Mbay, VoxNTT.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai NasDem, Julie Soetrisno Laiskodat memastikan akan terus membangun koordinasi dengan Keuskupan Agung Ende dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang industri kecil dan menengah.
Salah satu fokus pembahasannya adalah rencana mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) Otomotif milik Keuskupan Agung Ende sebagai upaya peningkatan kewirausahaan di kalangan Pemuda Katolik di wilayah keuskupan tersebut.
“Kemarin saya bertemu dengan Yang Mulia Uskup Agung Ende. Kami membahas banyak program,” ujar Julie saat menggelar reses di halaman Kantor Desa Nataute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Pertemuan yang awalnya dijadwalkan berlangsung 30 menit itu akhirnya molor menjadi satu setengah jam karena keduanya banyak berdiskusi tentang pengembangan dunia wirausaha bagi Orang Muda Katolik.
Menurut Julie, penguatan talenta dan keterampilan kewirausahaan menjadi bekal penting bagi generasi muda Katolik untuk menghadapi ketatnya persaingan ekonomi nasional dan global di masa mendatang.
“Balai latihan kerja milik keuskupan sebenarnya sudah ada, tetapi belum diaktifkan karena keterbatasan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTT,” jelasnya.
Dalam kegiatan reses tersebut, Julie mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap peluang usaha, terutama di bidang peternakan dan perikanan.
Ia mencontohkan usaha peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta budidaya ikan dengan sistem Bioflok, yaitu teknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi pakan alami bagi ikan.
Selain mudah, usaha Bioflok ini bisa memberikan keuntungan besar, bahkan hingga ratusan juta rupiah per tahun.
“Saya siap membantu, tapi tidak terus-terusan. Mari kita mulai belajar mandiri lewat kewirausahaan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya pemberdayaan kelompok usaha kecil seperti kelompok katering dan pelaku UMKM lainnya agar mampu bertahan dan berkembang secara mandiri.
“Saya respect dengan dr. Don (mantan Bupati Nagekeo). Kami pernah bekerja sama hampir lima tahun, dan kerja sama kami sangat baik. Saya sedih karena sekarang tidak ada lagi ‘chanel’ seperti dulu,” ungkapnya.
Desa Nataute menjadi titik pertama pelaksanaan reses Julie Soetrisno Laiskodat di Kabupaten Nagekeo. Dalam kunjungan itu, ia juga meninjau SMPN 1 Nangaroro dan bertemu sejumlah guru serta siswa. Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Bunda Julie ini juga memenuhi undangan dadakan dari para guru SMA Katolik Setiawan Nangaroro.
Reses di Desa Nataute dihadiri ratusan warga setempat. Warga yang sempat hadir juga mendapatkan bantuan paket sembako. Lokasi ini menjadi salah satu dari dua titik kegiatan reses Julie di Kabupaten Nagekeo. Titik kedua dijadwalkan berlangsung di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, serta satu titik di Kecamatan Mauponggo.
Julie menutup kunjungannya dengan pesan agar seluruh masyarakat dan kader Partai NasDem di Nagekeo tetap solid dan bekerja bersama dalam membangun daerah.
“Saya mengajak kita semua untuk benar-benar mendukung perjuangan ini demi kemajuan kabupaten kita yang baru tumbuh,” tutupnya.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

