Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Aku dan Waktu
Sastra

Aku dan Waktu

By Redaksi19 Oktober 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Emil Rango

1
Aku dan Waktu

Kala fajar tiba
Deru hujan mengguyur
Aku dan waktu berpacu mendaki bukit harapan yang Engkau janjikan
Tak terasa
Aku dan waktu tenggelam bersama senja
Ditelan gelapnya malam
Mencari tempat untuk menepi
Tapi tak ada butiran cahaya
Aku dan waktu
Bersungut-sungut kepada malam
Tuk menghadirkan bulan
Tapi tak menyahut
Aku dan waktu berpasrah
Akupun bertanya kepada waktu
Pukul berapa sekarang?
Dia hanya menggeleng dan menujuk pada angka
Waktu, masih lama ya?
Ya, tapi tenang saja
Fajar akan menjemput kita kembali tuk melanjutkan perjalanan kita Percayalah!!

2
Tentang Aku dan Dia

Puan hujan ini? Kenapa tuan?
Hujan ini membuat hariku terasa nyaman, dinginnya menyentuh.
Tuan bukankah dingin ini membuatmu menggigil?
Tidak puan, selagi engkau berada di sisiku engkaulah yang membuat hujan dan dinginnya menjadi sesuatu yang tidak bisa dikatakan dengan mulut tetapi, dengan hati yang penuh perasaan.
Hujan dan dinginya adalah bukti kalau kami pernah bersama, walaupun itu sudah jadi memori.
Percakapan itu hanyalah rindu bagiku sekarang, rindu yang tak kesampaian.
Hanya sebagai pelampiasan semata untuk mengenang, kenangan akan aku dan dia.
Kami terpisah oleh ruang dan waktu.
Sama-sama tak dapat menjangkau satu sama lain.
Dia adalah cerita lamaku yang layak aku sisipkan di catatan harianku.
Aku tahu dia menyakitkan, namun aku tak dendam.
Dia adalah pelajaran terbesar untuk memulai catatan baru.

3
Harapan dan Motivasi

Masih adakah harapan untuk-ku?
Ketika otak tak berakhlak
Hati tak punya perasaan
Harapan terbunuh
Sesal adalah kesialan yang selalu datang
Di akhir cerita.
Bersungut-sungut
Meringis tak berdaya
Tak kuasa cerita itu sudah selesai
Cerita tentang harapan lalu
Yang terbunuh oleh karena keserakahan
Motivasi
Ya!!!!
That’s all motivation
For me
That bad story
Menantangku untuk kembali semangat
Harapan itu belum sirna
Percayalah
Tuhan punya rencana yang indah
Ya!!! Harapan-Ku masih ada……

4
Kisah Anak Sabda

Satu hari, satu malam
Waktu yang cukup singkat namun bermakna
Pertemuan ini adalah momen spesial
Ini akan menjadi catatan permanen
Dalam lembaran harian.
Ada pena yang menggoreskan lembaran harian yang kosong
Pena adalah pengalaman dan lembaran adalah pribadi yang  mengalami.
Feondaring
Desa kecil yang sunyi penghuni namun berpenghuni
Rupa luarnya menggambarkan sebuah misteri
Hal ini menggugah rasa penasaran
Ohhh… Akhirnya sampai pada pemahaman
Tentang damai dan kebahagiaan.
Desa kecil inilah yang mengajarkan suasana tersebut.
Dialog sederhana namun bermakna
Ada kata yang asing di telinga, namun bersahabat, muka asing ditemukan namun tidak berpaling.
Ini adalah kisah anak Sabda
Si bocah sederhana dengan banyak kekosongan yang mulai belajar untuk mengisi kekosongan tersebut.
Kisah ini bukan tentang waktu singkat
Akan tetapi, tentang apa yang didapat.

Emil Rango
Previous ArticleBertemu Uskup Agung Ende, Julie Laiskodat Bahas Kewirausahaan bagi Pemuda Katolik
Next Article Kehadiran Mantan Bupati Nagekeo Bikin Pelajar Terkagum dalam Kunjungan Julie Laiskodat ke SMPN 1 Nangaroro

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.