Ruteng, VoxNTT.com – Usai melalukan pembenahan sarana prasarana selama kurang lebih 15 hari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai akhirnya kembali beroperasi pada Senin, 20 Oktober 2025.
SPPG itu kembali melayani 12 Sekolah dan satu Posyandu yang sempat jeda menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mulai 6 Oktober lalu karena alasan pembenahan.
Kepala SPPG Karot, Fandi Hambur berkata, pihaknya sudah kembali aktif mendistribusikan MBG mulai hari ini, Senin 20 Oktober 2025.
Petugas SPPG sudah bekerja seperti semula melayani penerima manfaat di 12 sekolah dan satu posyandu.
Fandi menjelaskan, SPPG Karot memang sempat menghentikan distribusi MBG selama kurang lebih 15 hari karena ada pembenahan sarana prasarana sesuai petunjuk teknis dan arahan pusat.
“Pembenahan ini terhitung 15 hari kerja karena mulai pendropingan material tanggal 6 Oktober dan kerja sampai Minggu 19 Oktober sebelum hari ini tanggal 20 kami kembali aktif untuk mendistribusikan MBG,” jelas Fandi saat berbincang dengan wartawan di SPPG Karot usai kembali mengawasi jalannya pendistribusian MBG.
Menurut dia, pembenahan SPPG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan kualitas pelayanan, baik untuk internal SPPG sendiri maupun penerima manfaat.
Maka dari itu ia berharap, usai pembenahan ini SPPG kembali bekerja secara optimal melayani penerima manfaat di Kecamatan Langke Rembong, karena para penerima manfaat yang dilayani oleh SPPG Karot tidak hanya mencakup anak sekolah tetapi juga untuk lingkungan Posyandu, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
“Kalau pelayanan untuk anak sekolah dari TK sampai SMP, sedangkan untuk Posyandunya satu saja, yakni di Kelurahan Tadong, untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” jelas Fandi.
Lebih lanjut Fandi menjelaskan, untuk pelayanan ke Posyandu Tadong dilakukan dari hari Senin sampai Jumat, sama dengan pelayanan ke sekolah.
Selama lima hari itu pihaknya memberi dua jenis makanan, yakni makanan basah dan makanan kering dengan masing-masing waktu.
“Kalau Senin sampai Rabu makanan basah, lalu Kamis dan Jumat makanan kering. Makanan basah terdiri nasi dan lauk, sementara makanan kering berupa buah, susu dan biskuit,” jelas Fandi
Ia pun merinci total jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Karot, yakni:
Balita 101, Paud Hamba Maria 77, RA Amanah 77, TK St. Nino 38, TK St. Fransiskus Asisi Karot 40, SMP Karya 244, SMA Karya 210, SMK Karya 250, SMK Elanus 176, SMK Aloisius 651, Busui 17, Bumil 9, SDK Ruteng IV 399, SDI Karot 469, serta SDK Karot 204.
Sebelumnya beberapa sekolah di Kecamatan Langke Rembong yang menerima MBG dari SPPG Karot ini mengaku kecewa karena pemberitahuan terkait pemberhentian sementara ini agak terlambat.
Novi, guru TK Santo Nino Mbaumuku Ruteng pernah mengaku sedikit kecewa karena biasanya di sekolah jam 10 sudah makan, tahu-tahunya tidak ada informasi pemberhentian.
“Memang ada informasi tetapi pemberitahuannya terlambat. Pihak sekolah seharusnya mendapat informasi lebih awal agar bisa mengantisipasi dengan meminta siswa membawa bekal dari rumah,” ujar Novi dua pekan lalu.
Novi mengaku, selama pendistribusian memang tidak ada masalah terkait dengan makanan
Ia hanya menekankan pentingnya keberlanjutan asupan gizi untuk anak-anak demi menjaga proses pertumbuhan yang optimal.
Sementara itu, Staf Humas SMK St. Aloysius Ruteng, Geradus Syukur mengatakan, selama pendistribusian MBG ini dihentikan anak-anak sekolah hanya berharap uang jajan, itu belum mampu mencukupi asupan gizi.
Karena itu, ia berharap dengan kembalinya pendistribusian ini siswa mampu menghemat uang jajan dan dapat memenuhi asupan gizi setiap hari
Penulis: Berto Davids

