Ruteng, VoxNTT.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Aula Efata Ruteng, Kamis 23 Oktober 2025.
Fokus utama pembahasan dalam Rakor itu adalah isu-isu kesehatan prioritas, antara lain, HIV/AIDS, Turberkulosis, Imunisasi, Kusta, ODGJ, hingga Rabies.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sector dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Manggarai.
Seperti dipantau, Rakor dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Manggarai, Kodim 1612 Manggarai, TP PKK Kabupaten, LSM/NGO Mitra Kesehatan, perwakilan Rumah Sakit, Puskesmas, Puskeswan, Klinik Mitra Dinas Kesehatan dan perwakilan Keuskupan Ruteng.
Beberapa Narasumber terundang juga turut hadir dalam kegiatan itu.
Dinas Peternakan misalnya, membahas kebijakan kesehatan hewan dalam penanganan kasus gigitan hewan penular rabies secara terpadu.
Dinas Sosial juga menyampaikan dukungan sosial bagi pasien penyakit kronis yang membutuhkan pendampingan lintas sector.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sector dan lintas program dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Menurut Lambert, tantangan pengendalian penyakit di Kabupaten Manggarai tidak bisa diselesaikan oleh sector kesehatan semata, tetapi harus melibatkan semua pihak karena pemerintah membutuhkan pendekatan lintas sector yang kuat, dengan strategi yang efektif dan efisien.
“Rakor ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan tekad bersama dalam mewujudkan Manggarai yang lebih sehat,” ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Gabriel Amir mengatakan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat capaian indikator kesehatan daerah.
Ia berharap sinergi ini tidak berhenti di forum rapat, tetapi berlanjut dalam aksi nyata di lapangan. Dengan dukungan semua pihak, kita optimistis dapat menekan angka penyakit menular dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Gabriel.
Melalui rapat koordinasi ini, lanjut Gabriel, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi yang solid, memperkuat sistem kewaspadaan dini serta meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengendalian penyakit demi terciptanya masyarakat Manggarai yang sehat, produktif, dan berdaya.
Untuk diketahui, dari hasil pembahasan Rakor tersebut tertuang beberapa rekomendasi penting, salah satunya isu kesehatan yang lagi genting di Manggarai, yakni Rabies.
Kiranya pelaksanaan kordinasi lintas sector dapat dilakukan secara berkala guna mengevaluasi progres upaya pencegahan dan pengendalian rabies, terutama pada masa Kejadian Luar Biasa (KLB).
Penulis: Berto Davids

