Ruteng, VoxNTT.com – Turnamen sepak bola mini antar-Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di Lapangan Wae Cepang, Desa Terong, Kecamatan Satarmese Barat terasa seru dengan berpatisipasinya 23 SD dan Madrasah dari tiga wilayah, termasuk Kecamatan Satamese dan Satarmese Utara.
Panitia penyelenggara turnamen itu adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Satarmese dibawa asuhan penanggung jawab, Kepsek Fransiskus Jehoda.
Saat ini turnamen yang dibuka 19 Oktober 2025 itu telah memasuki hari kedelapan dan beberapa tim sudah mulai percaya diri untuk melangkah ke babak knouck out.
Keseruhan turnamen ini terlihat dari persaingan beberapa tim yang merebut tiket ke putaran babak gugur.
Berdasarkan update terbaru, group A misalnya, terdapat tiga tim yang masih punya mimpi untuk lolos, satu di antaranya tim dengan status belum terkalahkan.
Lantas, tim apa saja itu?
Kita awali dari SDN Ulu Belang. Tim yang berpusat di Desa Ulu Belang ini sukses mencatat penampilan perkasa dan tak tertandingi dalam empat laga yang mereka jalani.
Bermain di group A, tim SDN Ulu Belang belum sekalipun tersentuh kekalahan. Bahkan, saking kuatnya, mereka sudah dipastikan lolos saat mengalahkan tim SDI Wae Cepang dengan skor 9-0 di pertandingan keempat
Pada pertandingan pertama mereka sukses mengalahkan tim SDI Ponggeok dengan skor 2-0 dan pertandingan kedua sukses mengalahkan SDK Ponggeok dengan skor yang sama 2-0.
Berlanjut ke pertandingan ketiga mereka pun sukses mengalahkan SDI Lenggos dengan skor tipis 3-2.
Dengan empat pertandingan tanpa kekalahan ini, SDN Ulu Belang mengoleksi 12 poin dan berhak memuncaki klasemen group A.
Kesuksesan tersebut tentu menjadi dasar kepercayaan diri SDN Ulu Belang untuk menghadapi babak gugur sebelum di pertandingan terakhir akan berjumpa tim kuat SDI Satar Legang dan SDI Woang.
Tak hanya SDN Ulu Belang, SDK Ponggeok juga masih mempunyai peluang untuk lolos.
Meski sebelumnya pernah takluk dari SDN Ulu Belang, mereka juga terbilang mempunyai catatan impresif sepanjang turnamen.
Tercatat, dari empat laga yang mereka jalani, tim yang berpusat di Kecamatan Satarmese ini hanya sekali menelan kekalahan dengan mengumpulkan 9 poin.
Pada pertandingan terakhir mereka akan melawan SDI Kembur yang suda lebih dulu menyatakan pengunduran diri.
Dengan demikian SDK Ponggeok akan mengumpulkan 12 poin secara otomatis.
Sementara itu, SDI Satar Legang yang baru mengoleksi 6 poin dari tiga laga masih harus menghadapi tim tangguh SDI Lenggos dan SDN Ulu Belang.
Jika menang di dua laga tersisa itu mereka akan mengumpulkan poin 12, sama dengan posisi SDN Ulu Belang dan SDK Ponggeok di group A.
Apabila itu benar-benar terjadi, maka yang dilihat adalah produktivitas dan selisih gol masing-masing tim.
Saat ini ketiganya masing-masing mengumpulkan produktivitas dan selisih gol, yakni, SDN Ulu Belang 13 gol, SDK Ponggeok 5 gol dan SDI Satar Legang 6 gol.
Untuk SDK Ponggeok sudah pasti mendapatkan 3 gol secara perdeo karena otomatis menang WO melawan SDI Kembur yang mengundurkan diri. Berarti selisih gol SDK Ponggeok berjumlah 8.
Kendati demikian, SDK Ponggeok jangan dulu bersenang-senang, sebab poin mereka masih rawan terkejar oleh SDI Satar Legang yang akan melakoni dua laga terakhir.
Pembentukan Karakter Usia Dini
Sementara itu, Penanggung Jawab Turnamen Sepak Bola Mini Antar-SD, Fransiskus Jehoda mengatakan, tujuan utama penyelenggaraan turnamen sepak bola mini ini adalah pembentukan watak dan karakter sejak usia dini.
Watak dan karakter yang dibentuk melalui sepak bola mini ini menurut Jehoda sangat menyentuh tujuan pendidikan. Hal tersebut tampak dalam ekspresi sportivitas yang ditunjukan anak-anak di setiap pertandingan, seperti berpelukan, bersalaman hingga tanda salib.
“Lihatlah mereka berpelukan, bersalaman setelah saling dorong, tanda salib saat memasuki lapangan dan mencetak gol, membantu pemain lawan saat jatuh dan sikap sportivitas lain yang kita sendiri saksikan di lapangan. Ini salah satu hal yang sangat menyentuh tujuan pendidikan,” tutur Jehoda.
Karena itu ia berharap para guru dan orang tua untuk terus mendukung bakat-bakat bola kaki anak serta membantu proses pengembangan watak dan karakter anak sejak dini melalui olahraga.
Penulis: Berto Davids

