Aldiano, Putra Boncu Kode
Di Boncu Kode, Desa Perak, lahir seorang bungsu,
Dengan langkah kecil namun hati besar menanam mimpi.
Sejak SD, ia menatap langit dengan mata penuh harap,
Mimpi menjadi prajurit pelindung tanah air tercinta.
Ia tumbuh dalam kesederhanaan,
Di rumah sederhana yang hangat oleh doa keluarga.
Setiap hari adalah pelajaran tentang kerja keras,
Setiap tantangan adalah batu loncatan, bukan penghalang.
SMAN 3 Cibal menjadi saksi perjalanan,
Sekolah yang mendidik tubuh, pikiran dan hati.
Disiplin, tekad, dan doa menjadi teman setia,
Membimbing langkahnya menembus batas yang terlihat.
Rintangan datang, keraguan berbisik,
Namun ia tegap melawan rasa takut dan lelah.
Setiap keringat, setiap latihan fisik, setiap doa,
Menjadi benih yang kelak berbuah keberhasilan.
Dari seleksi awal,
Hingga tahap akhir di Bali,
Ia menapak satu demi satu dengan sabar dan penuh tekad.
Kesederhanaan tidak pernah memadamkan semangatnya,
Sebaliknya, ia menguatkan hati dan imannya.
Kini, Aldiano resmi menjadi bagian keluarga TNI AD,
Mengharumkan nama Desa Perak dan SMAN 3 Cibal.
Putra bungsu yang menanam mimpi sejak kecil,
Menjadi lentera bagi generasi muda yang menatap masa depan.
Ia bukan hanya seorang prajurit,
Tetapi simbol bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras,
Disiplin, doa dan keteguhan hati.
Perjalanan ini adalah inspirasi bagi semua,
Bahwa dari tempat sederhana, cahaya bisa lahir,
Menembus langit, menghangatkan hati,
Dan menuntun langkah-langkah yang lain untuk berani bermimpi.
Setiap anak Desa Perak yang menatap langit,
Boleh percaya bahwa langkahnya pun berarti.
Karena Aldiano telah membuktikan,
Bahwa keberanian, ketekunan dan doa,
Adalah kunci membuka pintu dunia yang luas dan penuh harapan.
Mari kita pandang kisahnya,
Sebagai bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas,
Bahwa dari tanah sederhana,
Harum nama bisa lahir,
Dan generasi muda bisa menapak jalan besar,
Dengan hati teguh, cinta tanah air dan tekad yang tak tergoyahkan.
Oleh: Kristina Leri (Guru Biologi di SMAN 3 CIBAL)
Alumni: Unwira Kupang

