Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Malam: Antologi Puisi Yosti Ritan
Sastra

Malam: Antologi Puisi Yosti Ritan

By Redaksi4 November 20251 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yosti Ritan

Malam

aku titipkan sepasang mimpi
ambil pekatnya jadikan mawar
aku selipkan sepasang mimpi
ambil rasanya jadikan sepi
aku titipkan sepasang doa
ambil syukurnya jadikan sujud
“TUHAN, milik-Mulah malam ini”

Jejak

di lorong-lorong sepi
ada sisa-sisa jejak abadi
ada yang merangkak
ada yang tertatih
ada yang berjalan
ada yang berlari
sambil menitip kenangan
untuk kembali pada suatu masa
di mana tak ada lagi yang mengejar

Ayah

Kilau mentari pagi menyusuri sela-sela selimutku
Mengundang harapan untuk bangun dari mimpi
Aku bangun melihat ayah sedang menerka musim
Matanya sudah cukup tua dimakan waktu
Namun ia mampu menerka musim pada sisa embun
Aku harap tidak juga dengan nasibku

Rumah

Hiruk pikuk rumah ayah dan ibu tak lagi terdengar
Kemarin kakakku pergi membawa serta harapan ibu
Adikku juga baru pergi membawa harapan ayah
Sedangkan aku masih betah sekali di rumah
Kata tetangga “kapan pergi?”
“nanti” aku belum mampu membawa harapanku sendirian

Ujud

Seteguk anggur manis kuteguk dalam doa
Serangkai kata kuresap dalam hati
Sambil mengeja ujud dalam doa
Mengemis Tuhan hadirkan yang tiada
Keburuh waktu menjadikan fana

Yosti Ritan
Previous ArticleKetika Cinta Tak Dimiliki Lagi
Next Article Oasis di Savana Iman Sumba

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.