Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pegawai BPN Nagekeo Alami Kekerasan Verbal, Pelaku Diduga Tuntut Ganti Rugi Proyek Waduk Lambo
Regional NTT

Pegawai BPN Nagekeo Alami Kekerasan Verbal, Pelaku Diduga Tuntut Ganti Rugi Proyek Waduk Lambo

By Redaksi4 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor BPN Nagekeo di Jl Sorkarno- Hatta Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo tampak lengang (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Seorang pria di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, diduga melakukan kekerasan verbal terhadap seorang petugas di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Pria tersebut diketahui bernama Wunibaldus Wedo, warga Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan.

Ia bersama lima orang rekannya disebut melontarkan makian dan ancaman kekerasan fisik kepada seorang pegawai BPN bernama James.

Menurut sejumlah saksi mata, insiden tersebut terjadi pada Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 11.15 Wita.

Wunibaldus bersama lima anggota keluarganya datang ke Kantor BPN Nagekeo dengan tujuan meminta agar namanya dimasukkan sebagai salah satu penerima ganti rugi tanah proyek Waduk Lambo.

Awalnya, kedatangan mereka disambut baik oleh para pegawai BPN. Namun, situasi berubah tegang setelah permintaan Wunibaldus ditolak oleh salah satu petugas.

Salah seorang saksi yang juga pegawai BPN mengungkapkan, kelompok tersebut kemudian mengeluarkan kata-kata kasar dan makian kepada James, yang merupakan salah satu kepala seksi di kantor itu.

Tidak berhenti di situ, mereka juga berupaya melakukan penyerangan fisik.

Melihat situasi semakin tidak kondusif, para pegawai BPN memilih meninggalkan ruang pelayanan dan mengunci pintu menuju area dalam kantor.

Meski demikian, kelompok Wunibaldus tetap menggedor-gedor pintu dan berusaha masuk ke ruangan tempat para pegawai berlindung.

Ketegangan akhirnya mereda setelah pihak BPN menghubungi anggota TNI untuk membantu mengamankan kantor dari ancaman kelompok tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Wunibaldus dan rekan-rekannya belum berhasil dikonfirmasi. Sementara itu, salah satu staf BPN menyampaikan bahwa James masih mengalami trauma pascakejadian.

“Pak James masih trauma, belum bisa bertemu. Mungkin minggu depan baru bisa memberikan keterangan resmi,” ujarnya.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

BPN Nagekeo Nagekeo Waduk Lambo Waduk Mbay–Lambo
Previous Article339 Siswa SMAS St. Gregorius Reo Ikut TKA Online, Bekal Sebelum Kuliah
Next Article Kasus Stunting di Manggarai Kembali Naik, Dinkes Akan Evaluasi Pola Penanganan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.