Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Puskesmas Kota Ruteng Pakai Metode Kejar Sasaran Layani Pengecekan Kesehatan Gratis
KESEHATAN

Puskesmas Kota Ruteng Pakai Metode Kejar Sasaran Layani Pengecekan Kesehatan Gratis

By Redaksi5 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Puskesmas Kota Ruteng, drg. Irma Baung. Foto diambil di Ruangan Kerjanya (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Pemerintah Pusat resmi meluncurkan program Pengecekan Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak di seluruh Indonesia pada 10 Februari 2025 lalu.

Program Quickwin Presiden Prabowo Subianto ini diluncurkan untuk menyediakan layanan skrining kesehatan tanpa biaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Semua fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit maupun puskesmas diwajibkan untuk menindaklanjuti program ini dengan membuka pelayanan seluas-luasnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, program pengecekan kesehatan gratis ini ditindaklanjuti secara maksimal oleh UPTD Puskesmas Kota (Puskot) Ruteng sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Pelayanan pengecekan kesehatan gratis di Puskesmas itu tidak hanya berfokus menunggu di tempat, tetapi menggunakan pola metode kejar sasaran dengan mendatangi langsung masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Kota Ruteng, drg. Irma Baung mengatakan, program pengecekan kesesehatan gratis di wilayah kerjanya sudah berproses sejak Februari 2025. Puskesmas Kota Ruteng ditunjuk sebagai “pilot project” dalam menjalankan program ini.

Selama masa pilot poject kurang lebih dua bulan, pelaksanaan pengecekan kesehatan gratis ini masih memakai metode menunggu di tempat, artinya puskesmas masih berharap pada pasien yang berkunjung.

Namun, dengan metode itu terlihat tidak banyak pencapaian yang didapat, sehingga pihaknya membuat inovasi baru dengan menggunakan metode kejar sasaran atau yang disingkat “kran praktis”, kejar sasaran pemeriksaan gratis.

Dalam metode kejar sasaran ini, lanjut Irma, pihaknya menjemput bola dengan mendatangi langsung ke sasaran

Menurutnya, jika puskesmas masih menggunakan metode menunggu di tempat akan berpotensi mengalami sejumlah kendala, seperti pasien yang tidak datang karena kesulitan akses, pasien yang tidak datang karena tidak mendapat informasi detail tentang program ini atau pasien yang tidak datang karena masih sulit menggunakan aplikasi yang disarankan.

Sehingga melalui metode kejar sasaran ini pihaknya mampu mencakup target secara maksimal.

“Metode ini kami bikin sebagai bentuk inovasi baru, karena kalau kita masih pakai metode menunggu di tempat akan banyak kendala yang didapat seperti yang terjadi selama masa pilot project, makanya harus kejar langsung sasaran, ” jelas Irma kepada VoxNtt.com, Rabu, 5 November 2025.

“Metode kejar sasaran ini kami buat misalnya dengan menghubungi kantor-kantor pemerintah dan mendatangi langsung tempat pasien,” jelasnya lagi.

Tak hanya di kantor dan rumah pasien, pihaknya juga bergabung dalam event besar untuk metode menjangkau sasaran difabel, seperti event Keagamaan, HUT BUMN, Bank BPD, HUT Kejaksaan dan HUT SLB Karya Murni.

Lebih lanjut Kepala Puskesmas yang menjabat sejak tahun 2022 ini menyebut, selama masa pelayanan pengecekan kesehatan gratis pihaknya telah mencakup sasaran kurang lebih 3.639 orang, terhitung dari masa launching Februari sampai Oktober.

Kendati demikian, jumlah sasaran ini rupanya belum mencapai target karena baru terealisasi satu persen dari jumlah penduduk yang menjadi sasaran layanan.

“Jumlah sasaran dalam wilayah layanan Puskesmas Kota ada 36 ribu lebih, baru terealisasi 3.600 an, berarti masih satu persen terealisasi, angka ini belum mencapai target,” ujarnya.

Karena itu, Dokter Gigi ini berharap, metode kejar sasaran yang tengah digalakan Puskesmas Kota dapat menjangkau lebih banyak sasaran demi mempermudah pemantauan kesehatan masyarakat.

Penulis: Berto Davids

Kabupaten Manggarai Manggarai Puskesmas Kota Ruteng
Previous ArticleTKA dalam Kerangka Pendidikan Holistik
Next Article Wunibaldus Wedo Beri Bantahan soal Dugaan Kekerasan Verbal Pegawai BPN Nagekeo

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.