Ruteng, VoxNTT.com – Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Hendry menekankan peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa dan kelurahan dalam memberikan edukasi serta sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, fenomena TPPO sering kali berawal dari iming-iming pekerjaan dengan gaji tinggi di luar daerah atau luar negeri, namun berujung pada eksploitasi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja tanpa melalui prosedur resmi dan legal.
“Kami terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif memberikan edukasi tentang bahaya perdagangan orang, terutama kepada warga di wilayah pedesaan. Pencegahan adalah langkah paling efektif agar masyarakat tidak menjadi korban,” tegas Hendry kepada VoxNtt.com, Jumat, 14 November 2025.
Kegiatan edukasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas meliputi sosialisasi di sekolah, tempat ibadah, pertemuan warga, serta melalui kunjungan door to door. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai modus TPPO, seperti perekrutan tenaga kerja ilegal, pernikahan pesanan, hingga eksploitasi anak dan perempuan.
Selain itu, Polres Manggarai juga membuka layanan aduan masyarakat melalui saluran resmi Polri bagi siapa pun yang mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas yang mengarah pada perdagangan orang.
Ia menegaskan, Polres Manggarai berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan serta penegakan hukum terhadap pelaku TPPO.
“Perlindungan terhadap masyarakat, terutama perempuan dan anak, adalah prioritas kami. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Manggarai yang menjadi korban perdagangan orang,” tutup Hendry.
Kontributor: Isno Baco

