Oleh: Kristina Yani Wii, S. Pd
Guru pengampu Mata Pelajaran PAK & Budi Pekerti di SMA Katolik St. Josef Freinademetz, Tambolaka, Sumba Barat Daya
Kala kaki melampaui batas pulau, melintasi lautan pemisah jarak dengan rindu. Terhempas rasa ingin kembali.
Di sana, ada suara, ada panggilan membakar sanubari tuk bersua dan ada di sana.
Di sanalah ada SMA Katolik St. Josef Freinademetz. Sekolah yang baru ada di muka bumi di tanah Marapu.
Bergegas ku melangkah melamarkan diri untuk menjadi bagian dari sekolah itu. Ternyata sekolah itu adalah sebuah nama tak ada murid dan tak ada gedung. Hanyalah sebuah Yayasan yang menjamin berdiri kokohnya sekolah itu kelak.
Anehnya, dalam sanubari tak ada rasa kecewa atau kembali pulang bahkan beralih pada panggilan dari seberang kabupaten namun memilih bertahan.
Mulai bertemu rekan sekerja yang punya semangat yang sama, yakni mencari anak bangsa di berbagai pelosok mengenalkan sebuah nama sekolah dengan jaminan keyakinan mencerdaskan anak bangsa membaharui adab dan Budi luhur tuk masa depan yang baik.
Dan akhirnya ada kabar baik, anak bangsa di tanah merapu mulai datang menghampiri dan menjadi bagian bersama kami di sekolah itu yang bernama SMA Katolik St. Josef Freinademetz di tahun manis dan penuh cinta tahun 2022.
Seiring berjalannya waktu pengabdian, kolaborasi, dan kebersamaan menghantarkan kabar baik ada potensi, inovasi dari anak bangsa dan semangat menggapai cita-cita yang semakin kokoh dari setiap anak bangsa yang dititipkan pada lembaga ini.
Setiap tahun ada kabar baik dari setiap ilmu yang dibagikan pada setiap pribadi para murid. Hingga berhasil menamatkan mereka anak bangsa angkatan pertama tahun cinta 2022.
Kini masih ada adik-adik kelas mereka yang serahim SMA Katolik St. Josef Freinademetz memiliki semangat yang sama mengikuti jejak pendahulu mereka yang telah menyebar di lautan pendidikan tinggi tuk menggapai cita-cita. Masih dengan semangat panggilan dan pengabdian yang sama tuk mereka saat ini.
Walaupun hari-hari yang dilalui penuh lika-liku pengabdian ada luka, ada air mata ada rasa yang menikam dada, namun terhempas oleh ketulusan dan wajah ceria dan ucapan terima kasih yang tulus dari mereka baik di hari-hari bersekolah hingga pada hari ini di HUT PGRI yang ke -80.
Terima kasih untuk kalian anak bangsa. Dan terima kasih tuk guruku yang telah membuatku menjadi salah satu penerus kalian mencerdaskan anak bangsa.
Pada akhirnya aku masih setia berada di sini di SMA Katolik St. Josef Freinademetz dengan cinta pengabdian yang semakin kokoh.

