Oleh: Maria Mulyati Satria Buhul
Guru pengampu Mata Pelajaran Geografi di SMA Katolik St. Josef Freinademetz- Tambolaka, Sumba Barat Daya
Guru adalah pekerjaan mulia karena menjawabi panggilan hati. Peran utamaya menjadi cahaya di tengah gelap dunia hari ini dengan pancaran pengetahuannya.
Tanpa guru gelap dunia ini tak mungkin berkurang sedikit pun. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang setia berjuang melenyapkan kegelapan generasi muda bangsa menuju terang yang sesungguhnya.
Kehadiran guru dengan tujuan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter generasi penerus yang bermartabat di tengah aneka tawaran arus zaman yang menggiurkan.
Namun, di balik profesi yang mulia ini, terdapat berbagai suka dan duka yang menyertai perjalanan seorang guru dalam menjalankan tugasnya setiap hari.
Salah satu suka yang dirasakan oleh seorang guru adalah kebahagiaan ketika melihat murid berhasil dan berkembang sesuai dengan harapan hati.
Tidak ada kepuasan yang lebih besar bagi seorang guru selain melihat anak didiknya mampu memahami pelajaran, menunjukkan perubahan sikap, atau meraih prestasi, baik akademik maupun non-akademik.
Perasaan bangga muncul ketika murid yang dulunya tidak percaya diri atau memiliki banyak kesulitan, akhirnya mampu berdiri di depan kelas dengan penuh keyakinan.
Keberhasilan murid merupakan hadiah emosional yang tak ternilai bagi setiap guru.
Selain itu, hubungan yang terjalin antara guru dan murid seringkali menjadi pengalaman indah. Murid yang menghormati, menyayangi, dan mengingat gurunya merupakan bentuk penghargaan yang sangat menyentuh hati.
Ketika murid datang meminta nasihat, bercerita tentang cita-citanya, atau kembali berkunjung setelah lulus hanya untuk mengatakan terima kasih, saat itulah guru merasa perjuangannya tidak sia-sia.
Dukungan dari rekan guru dan lingkungan sekolah yang kompak juga dapat menjadi sumber semangat dalam menjalani profesi mulia ini.
Namun, di balik semua sisi menyenangkan tersebut, terdapat juga duka yang harus dihadapi seorang guru. Salah satunya adalah beban tanggung jawab yang besar.
Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga membimbing, mendidik karakter, menjadi orang tua kedua, bahkan terkadang menjadi tempat curhat bagi murid.
Banyak guru harus bekerja di luar jam sekolah untuk memeriksa tugas, mengisi administrasi, menyiapkan perangkat pembelajaran, mengikuti pelatihan, dan menyelesaikan berbagai tuntutan dari sekolah dan pemerintah. Hal ini sering membuat guru memiliki waktu terbatas untuk diri sendiri maupun keluarga.
Selain itu, guru juga kerap menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi murid dengan karakter yang berbeda-beda.
Ada murid yang mudah diatur, namun ada juga yang sulit diarahkan, kurang motivasi belajar, bahkan menunjukkan perilaku yang kurang sopan. Guru dituntut harus sabar dan tetap profesional dalam menghadapi setiap persoalan tersebut.
Tantangan lainnya adalah adanya tekanan dari pihak luar, seperti orang tua atau masyarakat yang terkadang hanya menuntut tanpa memahami kondisi sebenarnya di sekolah.
Guru sering menjadi pihak yang disalahkan jika anak mengalami kegagalan, padahal pendidikan membutuhkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Selain itu, masih banyak guru yang menerima penghargaan dan kesejahteraan yang belum sesuai dengan tanggung jawab yang diemban. Beberapa guru honorer misalnya, bekerja dengan gaji terbatas namun tetap menjalankan tugas sepenuh hati karena panggilan jiwa.
Pada akhirnya, menjadi guru adalah perjalanan panjang penuh perjuangan dan pengorbanan. Meski banyak tantangan dan kesulitan, rasa cinta kepada profesi, kebanggaan melihat keberhasilan murid, serta semangat untuk mencerdaskan bangsa membuat guru tetap berdiri tegak dan terus berkarya. Karena sejatinya, guru bukan hanya mengajar untuk hari ini, tetapi menanamkan ilmu dan nilai untuk masa depan.
Selamat merayakan Hari Guru Nasional ke- 80. Semoga suka dan duka selama ini dan dalam pengabdian selanjutnya menjadi perpaduan yang selaras untuk tetap setia mengabdi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kuat karena ada guru hebat.

