Ruteng, VoxNTT.com – Sudah hampir tiga minggu wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini juga dirasakan oleh masyarakat di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang menghadapi situasi serupa.
Kelangkaan BBM tersebut berdampak besar pada aktivitas ekonomi masyarakat kecil, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada pekerjaan harian. Pendapatan warga pun menurun drastis.
Sipri, seorang nelayan di Ruteng, mengungkapkan kepada VoxNtt.com pada Selasa malam bahwa dirinya tidak dapat melaut akibat tidak tersedianya solar.
“Saya tidak bisa melaut karena tidak ada solar. Belum lagi kalau kami beli di pengecer harganya tinggi sekali,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak bisa melaut berarti tidak ada pemasukan untuk keluarganya.
“Saya tidak melaut jadi tidak punya penghasilan untuk keluarga dan kami harus peras otak (berpikir) supaya bisa ada pemasukan untuk keluarga,” ujarnya.
Situasi kelangkaan BBM ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD NTT, Sheline Lana. Saat dihubungi melalui telepon seluler, ia menegaskan perlunya langkah serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
“Saya dan masyarakat pada umumnya berharap Pemerintah serius mengurusi kelangkaan BBM yang terjadi karena sangat berpengaruh ke kehidupan sehari-hari. Terutama dampak ekonomi yang di timbulkan bagi para pelaku di Sektor UMKM,” ujar Sheline, Kamis, 26 November 2025 pagi.
Ia juga menyoroti praktik para pengecer yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah kelangkaan.
“Pemerintah perlu menindak oknum-oknum pengecer yang sesuka hati menaruh tarif BBM eceran, karena itu sangat menyulitkan masyarakat kecil untuk membelinya,” ujarnya.
Dari hasil penelusurannya di lapangan, Sheline menemukan, di wilayah tiga Manggarai harga BBM eceran melambung tinggi. Satu botol ukuran 1,5 liter dijual hingga Rp35.000, sementara satu jeriken 5 liter mencapai Rp150.000.
“Hal ini tentunya harus di tindak,” katanya.
Sheline mendorong Pemerintah Daerah agar segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat distribusi BBM di NTT serta menambah volume pasokan.
“Kita mendorong supaya Pemerintah Daerah dapat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat agar persoalan BBM di NTT bisa segera cepat di selesaikan. Dan bila perlu diminta tambahan volume BBM untuk masuk ke Wilayah NTT,” jelasnya.
Penulis: Ronis Natom

