Borong, VoxNTT.com – Bank CIMB Niaga bersama Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) resmi melaksanakan Kick Off Program Peningkatan Vegetasi Bambu Argoforest dan Pemanfaatan Lestari untuk Ekologi Sosial dan Ekonomi di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Kamis, 27 November 2025.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur. Dalam sambutannya, ia menilai program yang digagas tiga lembaga tersebut sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Rana Mbeling.
“Karena dengan menanam bambu itu pasti terjadi pengamanan bagi daerah-daerah kritis,” ucap Tarsisius.
Ia menjelaskan, bambu kini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama karena adanya industri bambu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, yang membutuhkan pasokan bambu dari Manggarai Timur dan Manggarai.
“Hasil karya industri di Labuan Bajo itu diekspor ke luar negeri,” jelasnya.
Tarsisius mengajak masyarakat untuk giat menanam bambu, karena dalam tiga hingga empat tahun masyarakat dapat menikmati hasilnya. Menurutnya, budidaya bambu juga merupakan investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur akan terus mendukung program konservasi seperti ini, terutama karena kolaborasi dengan yayasan dan lembaga terkait selalu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Pemerintah, lanjutnya, telah menjalin komunikasi dengan industri bambu di Labuan Bajo untuk memastikan pemanfaatan bambu dari Manggarai Timur dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Mari kita manfaatkan baik-baik kesempatan ini agar apa yang kita tanam hari bisa membuahkan hasil yang cukup untuk membantu ekonomi keluarga di masa-masa yang akan datang,” tutupnya.
Community Development Head CIMB Niaga, Astrid Candrasari, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, CIMB Niaga telah mendukung program vegetasi bambu sejak 2012.
Astrid menjelaskan, CIMB Niaga mulai masuk ke wilayah NTT pada 2017, dimulai dari Kabupaten Ngada dan beberapa desa di Manggarai Timur, termasuk Rana Kolong.
Tahun ini, program diperluas ke Desa Rana Mbeling.
“Program ini sebetulnya salah satu pilar CIMB Niaga, yaitu menjaga iklim dan lingkungan,” kata Astrid.
Ia berharap masyarakat dapat melakukan konservasi dengan baik dan merawat bambu yang ditanam sehingga Desa Rana Mbeling dapat menjadi desa mandiri dengan berbagai inovasi.
Kunjungan CIMB Niaga ke Rana Mbeling juga menjadi titik awal perhitungan dampak ekologis, termasuk serapan karbon dari konservasi bambu.
Menurut Astrid, pelestarian bambu penting dilakukan karena eksploitasi tanpa budidaya serta alih fungsi lahan telah mengurangi habitat bambu.
“Upaya konservasi bambu ini juga sejalan dengan salah satu pilar corporate social responsibility (CSR) CIMB Niaga yaitu, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup,” katanya.
Ia menambahkan bahwa bambu dipilih karena manfaat ekologis dan ekonominya yang besar, serta kemudahan dalam penanaman dan perawatannya.
Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI, Puji Sumedi Hangarawati, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas dukungan terhadap program konservasi ini.
Puji menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga hutan dan lingkungan.
“Kolaborasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang perlu dikedepankan, karena menjaga hutan dan lingkungan tidak saja menjadi kewajiban rimbawan, namun menjadi kewajiban semua pihak yang menerima manfaat dari keberadaan hutan,” ujarnya.
Menurut Puji, pengembangan bambu di Desa Rana Mbeling sangat tepat karena bambu merupakan tanaman pelindung yang mampu meningkatkan fungsi tata air dan konservasi tanah.
“Tanaman bambu juga digolongkan sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan secara berkelanjutan,” kata Puji.
Ia berharap kolaborasi dan komunikasi antarpihak dapat terus ditingkatkan agar tujuan pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.
Puji juga menegaskan, pelestarian bambu harus terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan dikelola sesuai nilai budaya masyarakat setempat.
“Bambu dapat menjadi pengikat hubungan yang harmonis bagi seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan Kick Off ini didukung penuh oleh Bank CIMB Niaga, Yayasan Ayo Indonesia, dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI).
Kontributor: Isno Baco

