Oleh: Wilfridus Gaddy
Siswa SMA Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka, Sumba Barat Daya
Setelah kita menjalani hubungan spesial (berpacaran), secara spontanitas merubah diriku menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, mulai dari caraku berpikir, bertindak, bertutur kata dan berpenampilan, seakan-akan diriku ini seperti mobil yang baru saja dimodifikasi.
Semuanya kulakukan agar terlihat baik dimatamu dan menyenangkan hatimu, hal itu karena didasari cintaku padamu.
Keberadaanmu disisiku nembuatku terasa sangat bahagia dan bersemangat menjalani hari-hariku di sekolah.
Terkadang karena begitu rindunya diriku akan dirimu, aku pun membuka galeri HP ku dan melihat foto,video kebersamaan kita, sehingga membuatku sangat menantikan hari esok untuk bersekolah.
Rasanya di hatiku ini tidak ada tempat lagi untuk wanita lain,karena cintaku padamu sudah memenuhi hatiku ini.
Dari hubungan ini aku banyak belajar, salah satunya adalah tentang kesetiaan, yaitu kesetiaan dalam hal ini adalah setia dalam menjalani hubungan yang penuh dengan problem ini, karena kesetiaan itu akhirnya hubungan ini boleh terjalin kurang lebih satu tahun.
Semuanya tidak berjalan dengan mulus, begitu banyak rintangan dan tantangan yang kami lewati.
Terkadang kami juga merasa lelah dan ingin mengakhiri semua hubungan ini, namun cinta kami lebih besar dari pada niat kami, itulah mengapa kami tetap bertahan dalam hubungan ini dan kami percaya bahwa suatu hubungan yang dijalin atau dibangun tidak akan berjalan dengan mulus, oleh karena itu kami memilih untuk tetap mempertahankan hubungan ini, karena jika mengakhirinya hanya akan menimbulkan luka yang mendalam di hati.
Namun seiring berjalannya waktu dan sudah banyak kisah indah yang kami ukir bersama,keadaan memaksa kami untuk bisa mengakhiri hubungan ini.
Hal itu bukan karena kami sudah tidak saling mencinta lagi,tetapi karena dirinya akan melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi lagi (karena dirinya kakak satu tingkat diatas saya).
Mengingat semua hal indah maupun hal yang tidak menyenangkan yang sudah kami ukir bersama dalam hubungan ini,sungguh sangat menyakitkan hatiku sampai kelubuk hati yang paling dalam, terlebih ia harus jauh dari pandanganku ,aku sampai tak bisa menjelaskan secara detail rasa sakit yang ku alami saat ini.
Aku seperti kehilangan sosok penyemangat dan hari-hariku mulai terasa membosankan. Aku ketika sedang duduk sendiri selalu termenung memikirkan tentang semua kebersamaan kami yang harus berakhir dengan menyedihkan, namun apalah dayaku jika semua itu tentang kebaikan dan masa depannya.
Dalam situasi ini aku pun berusaha untuk menerima semua kenyataan ini dan mengakhiri semua hubungan ini sebelum kepergiannya.
Melupakan semua kenangan indah ini tentu mustahil bagiku,tetapi akan ku usahakan dan hal ini membutuhkan waktu yang lama, karena kisah, kebersamaan yang indah dan hubungan sudah terjalin lama tidak bisa dilupakan dalam kurun waktu yang singkat, bagiku membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sembuh total dari semua luka-luka itu tetapi akupun akan berkomitmen untuk tetap bisa melupakanmu,agar aku tidak lagi tenggelam dalam kesepian merindukan dirimu.
Waktu penerimaan rapor pun tiba dan hari itu sekaligus menjadi hari penutup atau hari terakhir dari perjumpaan kita.Selama proses penerimaan raport, fokus utamaku hanyalah dirimu dan perpisahan kita.
Setelah penerimaan rapor Akupun pergi menghampirinya. Dalam perjumpaan itu banyak luka dan kesedihan kita pendam bersama.
Namun semuanya terlihat saat mata kita mulai berkaca-kaca secara bersama-sama, dalam situasi ini aku sebagai laki-laki harus kuat agar bisa menyudahi kesedihanmu.
Sehabis bersedih kita pun masing-masing memberi semangat satu dengan yang lain dan mulai menceritakan kembali history di balik hubungan kita ini.
Setelah cukup lama berbincang- bincang untuk yg terakhir kalinya. Perpisahan kita pun dimulai saat engkau akan pergi. Aku menggenggam tanganmu dengan erat tak ingin engkau jauh dari pandanganku, tetapi semua itu percuma karena yang akan terjadi hari ini tidak bisa di anulir setelah melalui perjumpaan yang cukup panjang.
Engkau pun beranjak pergi dari hadapanku sambil melambaikan tangan secara bersama-sama.
Menatapmu pergi jauh dari pandanganku, dalam hati aku pun berharap semoga kita bisa bertemu kembali dengan versi terbaik kita masing-masing dan akan selalu ada kerinduan di hati ini untukmu.

