Borong, VoxNTT.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ondi Cristian Siagian, mengajak masyarakat Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk menanam bambu sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi desa.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Kick Off Program Peningkatan Vegetasi Bambu Agroforest dan Pemanfaatan Lestari untuk Ekologi Sosial dan Ekonomi di Desa Rana Mbeling pada Kamis, 27 November 2025.
Dalam sambutannya, Ondi menyampaikan apresiasi kepada Bank CIMB Niaga, Yayasan Ayo Indonesia, dan Yayasan KEHATI atas penyelenggaraan program ini.
“Bambu ini banyak manfaatnya mulai dari akar hingga batangnya semua itu kita manfaatnya,” ucapnya.
Ondi menjelaskan, satu rumpun bambu dapat hidup hingga 75 tahun. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk kembali melakukan budi daya dengan menanam rumpun-rumpun baru.
Filosofi bambu, kata Ondi, menegaskan pentingnya merawat bumi bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi masa depan.
Ondi berharap kerja sama antara Bank CIMB Niaga, Yayasan Ayo Indonesia, dan Yayasan KEHATI dapat terus berlanjut.
Ia juga menyampaikan bahwa DLHK NTT telah menyiapkan rantai usaha bambu untuk mendukung pengembangan tanaman tersebut.
“Itu kita sudah industri bambu di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.
Ia menambahkan, bambu yang telah siap panen nantinya akan dikirim ke industri tersebut untuk diproses.
“Jadi itu manfaatnya kita menanam bambu hari ini,” tutupnya.
Sementara itu, Community Development Head CIMB Niaga, Astrid Candrasari, yang hadir dalam kegiatan ini menjelaskan, CIMB Niaga telah mendukung program vegetasi bambu sejak 2012.
CIMB Niaga mulai masuk ke wilayah NTT pada 2017, dimulai dari Kabupaten Ngada dan sejumlah desa di Manggarai Timur, termasuk Rana Kolong. Tahun ini, program diperluas ke Desa Rana Mbeling.
“Program ini sebetulnya salah satu pilar CIMB Niaga, yaitu menjaga iklim dan lingkungan,” kata Astrid.
Ia berharap masyarakat dapat merawat dan mengelola bambu secara berkelanjutan sehingga Desa Rana Mbeling dapat berkembang menjadi desa mandiri.
Kunjungan CIMB Niaga ke Rana Mbeling juga menjadi titik awal perhitungan dampak ekologis program, termasuk potensi serapan karbon dari konservasi bambu.
Astrid menekankan, pelestarian bambu penting dilakukan karena eksploitasi tanpa budidaya dan alih fungsi lahan telah mengurangi habitat bambu.
“Upaya konservasi bambu ini juga sejalan dengan salah satu pilar corporate social responsibility (CSR) CIMB Niaga yaitu, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, bambu dipilih sebagai komoditas program karena memiliki manfaat ekologis dan ekonomi yang besar, serta mudah ditanam dan dirawat oleh masyarakat.
Kontributor: Isno Baco

