Ruteng, VoxNTT.com – Pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari Pertamina Pusat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selama sepekan terakhir.
Kondisi ini menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan arus lalu lintas yang mengganggu aktivitas warga.
Di tengah kelangkaan, muncul pula berbagai spekulasi dan kecurigaan masyarakat terkait kemungkinan adanya penyalahgunaan dalam proses distribusi BBM subsidi.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Polres Manggarai mengerahkan seluruh satuan terkait untuk mengantisipasi dampak yang muncul.
Satuan Intelkam diperintahkan memantau ketersediaan BBM di seluruh SPBU. Penyidik Satreskrim ditugaskan menyelidiki dugaan penyimpangan distribusi, sementara personel Satuan Lalu Lintas diterjunkan untuk mengurai kemacetan dan memulihkan kelancaran lalu lintas. Satuan Samapta juga ditempatkan di SPBU guna menjaga keamanan.
“Dari hasil koordinasi dan pengawasan yang dilakukan Satuan Intelkam, antrean panjang di SPBU dipastikan terjadi akibat pengurangan kuota BBM subsidi dari Pertamina Pusat untuk seluruh SPBU di Manggarai,” kata Waka Polres Manggarai, Kompol Mey Charles Sitepu, Minggu, 30 November 2025.
Ia merinci, di SPBU Mena kuota Pertalite turun dari 400 ton menjadi 376 ton per bulan, sementara Solar turun dari 400 ton menjadi 240 ton per bulan. Adapun SPBU Mbaumuku dan Carep mengalami penurunan kuota drastis, dari 24 ton per hari menjadi hanya 8 ton per hari.
Menurut Kompol Mey Charles, pengurangan kuota tersebut tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Manggarai. Karena itu, kelangkaan yang terjadi bukan disebabkan praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi.
“Setelah melakukan penyelidikan hingga hari ini tidak menemukan adanya pihak-pihak yang melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi sehingga menyebabkan kelangkaan,” ujarnya.
Selain pengurangan pasokan, ia menambahkan, keterlambatan distribusi dari Depot Pertamina Reo turut memperburuk situasi.
Jalan menuju Ruteng masih dalam tahap perbaikan, sehingga truk pengangkut BBM dialihkan dari Maumere. Jalur alternatif itu menyebabkan waktu tempuh lebih lama dan distribusi menjadi tersendat.
Kompol Mey Charles mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menjaga kondusivitas wilayah.
Ia juga meminta pengendara untuk tetap tertib saat mengantre dan tidak berebut yang dapat menimbulkan kemacetan maupun gesekan antarpengguna jalan. Jika masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan BBM, ia meminta agar segera melapor ke Polres Manggarai atau melalui layanan 110.
“Polres Manggarai memastikan akan terus melakukan upaya maksimal dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas dan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM,” tutupnya.
Kontributor: Isno Baco

