Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Ende Kenakan Atribut PDIP, Demokrat Minta Klarifikasi
Regional NTT

Bupati Ende Kenakan Atribut PDIP, Demokrat Minta Klarifikasi

By Redaksi29 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua DPD Demorkat NTT, Paskalis Angkur (tengah) saat memberikan keterangan pers pada Sabtu, 29 November 2025 (Foto: Ronis Natom/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, yang selama ini dikenal sebagai kader Partai Demokrat, menjadi sorotan setelah tampak menggunakan atribut lengkap PDIP dan menghadiri Konfercab PDIP se-Daratan Flores di Ende.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT, Paskalis Angkur mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi dari DPC Demokrat Kabupaten Ende.

“Kewajiban kami meminta DPC Demorkat Kabupaten Ende untuk melaporkan serta memberikan penjelasan yang lengkap. Sehingga nanti kami bisa laporkan ke DPP,” kata Paskal kepada VoxNtt.com, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menegaskan, keputusan terkait status Yoseph Badeoda sebagai kader Demokrat sepenuhnya berada di tangan DPP.

“DPP-lah yang memutuskan soal status yang bersangkutan. Kita tekankan soal etika, kita tahu dia adalah bupati yang adalah pembina politik di daerah. Kalau dia hadir sebagai kader partai meskinya dia menggunakan atribut Demokrat, tanpa harus menggunakan atribut PDIP yang mengundang,” jelasnya.

Kepala Badan OKK DPD Partai Demokrat NTT, Sebastian Edo mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Ketua DPC Ende.

“Ternyata beliau belum mengajukan surat pengunduran diri. Kalau begitu apakah dibenarkan kader partai lain diberikan status pengurus oleh partai lain? Kalau di Demokrat kami wajib verifikasi datanya. Ini ada bajak kader kita untuk kepentingan politik,” kata Edo.

Edo menegaskan, Demokrat menghormati hak individu para kadernya.

“Kami anggap beliau masih sebagai kader, Pak Yosep Badeoda harus bisa menjelaskan ke DPD. Secara disiplin organisasi kami tetap meminta klarifikasi,” katanya.

Edo menambahkan, apabila Yoseph Badeoda memang ingin berpindah ke PDIP, maka hal itu tetap harus mengikuti mekanisme partai.

“Kalau pamit yah ada mekanismenya. Kita menunggu informasi secara tertulis dari DPC. Kalau pakai baju warna saja tidak apa-apa yang soal adalah ada logo partai tertentu,” tukasnya.

Diketahui, foto Bupati Ende Yoseph B. Badeoda mengenakan baju PDIP beredar saat ia mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Ende bersama pengurus PDIP se-Daratan Flores.

Penulis: Ronis Natom

Bupati Ende Demokrat Demokrat NTT
Previous ArticleSpes Non-Confudit
Next Article Antrean Panjang di Ruteng, Kuota BBM Subsidi Dipangkas Pertamina Pusat

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.