Ruteng, VoxNTT.com – Bandara Udara Frans Sales Lega, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai melakukan sejumlah persiapan menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Persiapan tersebut meliputi aspek infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, keamanan, penyediaan posko, hingga antisipasi kondisi cuaca.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan selama periode libur Nataru pada 25–26 Desember 2025.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Frans Sales Lega, Punto Widaksono mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh proses angkutan udara berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.
Punto menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan penerbangan selama periode Nataru berjalan lancar tanpa hambatan.
“Harapan kami sebagai petugas Bandara seluruh proses angkutannya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat, tidak hanya saat Nataru tetapi seterusnya,” kata Punto, Senin, 1 Desember 2025.
Ia menyampaikan berbagai kesiapan telah berjalan optimal, terutama terkait fasilitas dan personel. Fasilitas posko akan menjadi fokus utama untuk mendukung koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Sementara fasilitas lainnya tidak mengalami penambahan karena seluruh kebutuhan sudah tersedia di terminal bandara.
Menurut Punto, keberadaan posko menjadi bagian penting untuk melakukan monitoring layanan dan menampung pengaduan selama angkutan udara Nataru.
“Namanya Posko pemantauan nasional, akan dibuka dari tanggal 22 desember sampai tanggal 10 januari 2026,” ujarnya.
Dalam aspek keamanan, bandara akan melibatkan petugas Aviation Security (Avsec) yang didukung tiga personel Pos PAM TNI Angkatan Udara dan dua personel KP3U Polres Manggarai. Petugas akan bersiaga untuk memastikan keamanan seluruh penumpang.
Untuk pengawasan cuaca, pihak bandara terus berkoordinasi dengan BMKG setiap hari guna mengantisipasi potensi cuaca buruk. Meski demikian, keputusan akhir terkait operasional penerbangan tetap berada pada pihak bandara dan maskapai.
“Segala sesuatu yang menyangkut cuaca kami serahkan ke BMKG dan selanjutnya akan menjadi keputusan saya sebagai penanggung jawab bandara dan maskapai sebagai pengangkut untuk penerbangannya,” tutur Punto.
Mengenai jumlah penumpang pada masa libur Nataru, Punto memprediksi tidak akan terjadi lonjakan signifikan. Hal ini karena sebagian besar pelaku perjalanan pada periode tersebut merupakan masyarakat beragama Katolik, misalnya pada rute Kupang–Waingapu.
“Biasanya tidak terjadi lonjakan karena mayoritas penumpang di Manggarai mayoritas katolik, biasanya lonjakan ini terjadi pada Bandara Pengumpul, kalau kami yang notabene Bandara Pengumpan belum ada terjadi lonjakan,” ungkapnya.
Penulis: Berto Davids

