Ruteng, VoxNTT.com – Tingkat partisipasi anak-anak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih tergolong rendah.
Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai mencatat, partisipasi anak pada tahun 2024 baru mencapai 46,46 persen.
Kepala Dinas PPO Manggarai, Wensislaus Sedan, mengatakan angka tersebut merupakan Angka Partisipasi Kasar (APK) yang menunjukkan masih banyak anak belum mengenyam pendidikan PAUD.
“APK nya baru 46,46% persen pada tahun 2024, menunjukan masih banyak anak-anak Manggarai yang tidak masuk PAUD,” jelas Sedan, Rabu, 3 Desember 2025.
Menurutnya, rendahnya angka partisipasi itu terutama dipengaruhi minimnya kesadaran orang tua dan terbatasnya aksesibilitas pendidikan, termasuk ketersediaan lembaga PAUD.
Sedan menjelaskan, pemerintah daerah akan berfokus pada penyediaan akses pendidikan dengan membangun TK PAUD Negeri untuk meningkatkan partisipasi anak masuk PAUD.
“TK PAUD Negeri ini jadi konsentrasi kami ke depan, terutama Kecamatan Langke Rembong karena wilayah itu masuk dalam kebutuhan yang paling tinggi untuk TK PAUD Negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini upaya pemerintah memperbanyak fasilitas PAUD terkendala ketersediaan lahan. Belum adanya lahan kosong yang dapat dipakai untuk mendirikan TK PAUD menyebabkan penyerapan peserta didik juga rendah.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menargetkan pembangunan lima unit TK PAUD Negeri pada tahun 2026 di setiap kecamatan. Saat ini, kata Sedan, pihaknya tengah berupaya menyiapkan lahan.
“Kendala kita memang lahan, untuk Langke Rembong kami masih usahakan lahan yang di Konggang, tetapi masih berkompromi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Sedan berharap pembangunan TK PAUD Negeri dapat meningkatkan angka partisipasi anak pada tahun-tahun mendatang.
“Ini angka 2024, bacaannya di tahun 2025, sementara untuk angka 2025 sendiri, bacaanya di tahun 2026,” pungkasnya.
Penulis: Berto Davids

