Oleh: Maya Natasha Kristianty Dethan, SST., MSE.
Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Manggarai Barat
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu daerah di Indonesia yang punya potensi wisata luar biasa besar. Mulai dari Komodo, Rote, Alor, sampai budaya yang superkaya, semuanya membuat NTT makin dilirik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.
Meski demikian, potensi besar ini belum sepenuhnya berubah menjadi dampak ekonomi yang merata. Tantangan infrastruktur dan kesiapan daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Pariwisata NTT: Indah, Tapi Butuh Lebih dari
Sekadar Pemandangan
NTT punya deretan destinasi kelas dunia. Taman Nasional Komodo sudah lama jadi ikon wisata internasional, sementara Flores, Sumba, dan Rote terkenal dengan pantai dan budaya yang memikat. Masalahnya, perkembangan pariwisata tidak selalu berjalan secepat potensi yang dimiliki.
Infrastruktur transportasi dan akomodasi, misalnya, masih belum merata. Dua bandara utama di NTT yaitu El Tari di Kupang dan Komodo di Manggarai Barat memang berkembang pesat.
BPS mencatat lebih dari 1,3 juta penumpang dilayani seluruh bandara di NTT pada 2024, dan mayoritasnya terpusat di dua bandara besar ini.
Kabupaten lain masih mencatat penumpang yang lebih rendah karena minimnya penerbangan langsung dan tingginya harga tiket antarwilayah.
Akibatnya, potensi wisata di daerah-daerah yang belum terhubung dengan jalur udara langsung masih sulit berkembang.
Akomodasi pun belum tersebar merata. Dari total lebih dari 600 hotel dengan 13.000 kamar di seluruh NTT, sebagian besar terkonsentrasi di Kupang dan Manggarai Barat.
Data BPS menunjukkan Manggarai Barat mencatat 453.622 tamu hotel pada 2024 dimana lebih dari setengahnya adalah wisatawan mancanegara. Di sisi lain, daerah seperti Sikka (46.655 tamu) dan Ngada (37.856 tamu) punya potensi besar, tetapi belum didukung fasilitas yang memadai.
Sumba pun tidak kalah menarik, dimana Sumba Timur mencatat 49.261 tamu hotel, sementara Sumba Barat 15.660 tamu. Angka-angka ini menunjukkan peluang yang besar, tetapi juga tantangan dalam pemerataan pengembangan wisata.
Kenapa Sensus Ekonomi Penting untuk Masa Depan Pariwisata NTT?
Di tengah berbagai tantangan tersebut, kehadiran Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) menjadi sangat penting. Sensus ini akan memotret seluruh aktivitas ekonomi, termasuk usaha-usaha yang bergerak di bidang pariwisata dari hotel, restoran, transportasi wisata, hingga usaha kecil seperti homestay dan kuliner lokal.
Dengan data SE 2026, pemerintah bisa melihat secara lebih detail:peta seluruh kegiatan usaha tingkat kabupaten/kota termasuk terkait pariwisata, informasi akurat tentang sebaran dan skala usaha, gambaran kontribusi ekonomi sektor wisata dan pendukungnya, serta dasar kuat untuk kebijakan pemerataan pengembangan wisata.
Data ini akan menjadi landasan kuat untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata, bukan hanya di pusat-pusat wisata seperti Labuan Bajo dan Kupang, tetapi juga di daerah-daerah yang mulai menunjukkan peningkatan kunjungan wisata.
Dengan informasi yang lengkap, kebijakan dapat dirancang lebih tepat sasaran baik dalam bentuk investasi, peningkatan akses, maupun strategi promosi.
Potensi Besar dari Sektor Lain yang Menguatkan Pariwisata
Pariwisata tidak berdiri sendiri. Banyak sektor lokal yang ikut menggerakkan roda ekonomi wisata, mulai dari pertanian, perikanan, hingga kerajinan. Produk lokal seperti tenun ikat, kopi, dan hasil laut adalah daya tarik tambahan yang dicari wisatawan.
SE 2026 akan membantu memetakan usaha-usaha pendukung ini dengan lebih baik. Data yang lengkap bisa menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal yang sinergis dengan pariwisata, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung dan luas.
Ayo Dukung SE 2026: Data yang Baik, Kebijakan yang Lebih Tepat
NTT punya peluang besar untuk melompat menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia dan dunia. Tetapi untuk mewujudkan itu, kita butuh data yang kuat.
Sensus Ekonomi 2026 memberi kesempatan bagi kita untuk menyusun masa depan pariwisata NTT yang lebih terarah, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan.
Dengan berpartisipasi dalam SE 2026, kita ikut membuka jalan bagi kebijakan dan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Data yang lengkap membuat semua jadi lebih possible baik untuk pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat NTT yang ingin pariwisatanya berkembang.
Mari bersama wujudkan masa depan pariwisata NTT yang lebih cemerlang, mulai dari data yang akurat!

