Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Dua Kampung Puluhan Tahun Terisolasi, Jembatan Rusak Ancam Keselamatan Pelajar
Regional NTT

Warga Dua Kampung Puluhan Tahun Terisolasi, Jembatan Rusak Ancam Keselamatan Pelajar

By Redaksi8 Desember 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluhan perbaikan jembatan gantung Malasera juga disampaikan saat reses Anton Wangge, pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Kapela Malasera (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Masyarakat Kampung Danggakapa dan Kampung Koporombo, Desa Tenda Ondo, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, selama puluhan tahun menghadapi kesulitan akses menuju kebun dan sekolah mereka di SDK Malasera, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Situasi itu makin memprihatinkan karena tidak adanya jembatan penghubung yang memadai.

Sedikitnya 56 pelajar asal dua kampung tersebut kerap absen dari kegiatan belajar mengajar ketika banjir melanda Sungai Nangamboa. Tanpa jembatan, satu-satunya pilihan mereka adalah menyeberangi arus banjir yang membahayakan keselamatan.

Persoalan ini sudah berlangsung lintas generasi. Warga Malasera, Gerdus Giu menyebut kondisi tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan berarti sejak pemekaran Kabupaten Nagekeo pada 2007.

“Kami berada di wilayah Nagekeo, tapi untuk menuju kampung kami harus melalui wilayah Ende. Kebun warga juga berada di dua kabupaten berbeda. Sampai hari ini tidak ada sentuhan pembangunan di wilayah perbatasan ini,” ujar Gerdus.

Upaya sementara sempat dilakukan Pemerintah Provinsi NTT pada 2015 dengan membangun jembatan gantung sepanjang 30 meter. Namun, jembatan itu kini rusak total.

Landasan kayu telah lapuk, sementara sling baja berkarat dan putus, sehingga menyisakan struktur yang tidak lagi layak digunakan dan berpotensi membahayakan warga.

Tokoh masyarakat Malasera lainnya, Pius Pedo menuturkan, wilayah tersebut juga memiliki potensi besar sebagai lokasi Bumi Perkemahan, namun minim fasilitas pendukung.

“Alam kami sangat tenang, bukit masih hijau, dan ada sungai dengan air yang jernih. Ini sangat cocok untuk kegiatan ekstrakurikuler. Tapi tidak ada MCK, tidak ada penerangan, dan terutama jembatan penghubung sama sekali tidak tersedia,” ujar Pius.

Masalah ini kembali disampaikan warga saat anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem, Anton Sukadame Wangge, melakukan reses pada Jumat, 5 Desember 2025.

Warga meminta pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan gantung yang menjadi jalur vital bagi aktivitas pendidikan dan ekonomi.

Menurut Pius, jembatan tersebut merupakan akses penting karena banyak petani Malasera berkebun di wilayah Ende, dan warga Ende juga beraktivitas di wilayah Nagekeo.

Anton Sukadame Wangge membenarkan keluhan warga usai meninjau langsung kondisi jembatan.

“Ada pelajar yang masih nekat menggunakan jembatan itu untuk bisa pulang dari sekolah. Kondisinya sangat berbahaya,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, Partai NasDem akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan membangun komunikasi politik dengan anggota DPRD Partai NasDem di Ende untuk mencari solusi.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

DPRD Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleBoost Pariwisata NTT: Data SE 2026 Bikin Semua Makin Possible
Next Article Membangun Hunian yang Holistik, Humanis, Ekologis

Related Posts

Bantuan Rumah Juang Mas Wapres Segera Disalurkan untuk Korban Gempa Nagekeo

18 Agustus 2026

Benny Harman Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo

17 Agustus 2026

Hari Ketiga Pascagempa, NasDem Nagekeo Perluas Distribusi Bantuan ke Pengungsi Pedesaan

17 Agustus 2026
Terkini

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

Gubernur NTT: Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo Butuh Penanganan Segera

19 Agustus 2026

Penanganan Gempa NTT Diperkuat, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

18 Agustus 2026

KAPTI Agraria Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Reok Manggarai

18 Agustus 2026

Benny K. Harman Kembali Salurkan Bantuan Saat Temui Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.