Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menghadiri sekaligus membuka Rapat Evaluasi Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan yang digelar di Hotel Kristal, Kupang, Selasa, 9 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung 8–10 Desember ini diikuti Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ondy Siagian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Viktor Manek, para Kepala UPTD KPH se-NTT, penyuluh pendamping, serta perwakilan Kelompok Tani Hutan.
Dalam sambutannya, Melki mengapresiasi komitmen seluruh pihak dalam memperkuat kelompok tani hutan.
“Saya menyampaikan terima kasih atas komitmen semua pihak dalam mendukung penguatan kelompok tani hutan,” ucap Melki.
Ia menekankan bahwa hutan bukan hanya anugerah ekologis, tetapi juga sumber ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, peran kelompok tani hutan penting dalam menjaga kelestarian serta mengembangkan usaha produktif berbasis hasil hutan.
Melki juga menyoroti dominasi produk luar daerah yang masih menguasai pasar lokal.
“Saya menekankan bahwa produk luar daerah masih mendominasi pasar kita,” kata Melki.
Padahal, menurut dia, NTT memiliki potensi besar, termasuk hasil hutan bukan kayu yang selama ini dikelola UPTD KPH bersama kelompok tani.
Melalui program One Village One Product (OVOP) dan One Forest One Product (OFOP), pemerintah mendorong pengolahan potensi lokal agar lebih serius dan bernilai tambah.
Ia juga mengusulkan pembentukan NTT Mart sebagai ruang promosi khusus untuk produk hasil hutan seperti mente, madu, minyak kayu putih, serta anyaman bambu, sehingga lebih mudah diakses pasar.
Dalam kerangka RPJMD 2024–2029 dengan semangat Ayo Bangun NTT, pemerintah menargetkan penguatan kapasitas bagi 81 Kelompok Tani Hutan agar lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam mengelola hasil hutan bukan kayu.
“Dengan kolaborasi yang solid, kita optimistis potensi hutan dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Melki. [VoN]

