Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Menanti Natal dalam Luka: Rindu untuk Sembuh
Gagasan

Menanti Natal dalam Luka: Rindu untuk Sembuh

By Redaksi9 Desember 20254 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Mau
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes Mau

Penikmat semesta, tinggal di Tambolaka- Sumba Barat Daya

Natal adalah perayaan iman yang selalu berotasi bersama tahun liturgi setiap tahun. Natal selalu diidentikkan dengan kelahiran baru.

Lahir artinya membiarkan diri untuk meninggalkan segala cara dan pola hidup lama yang dililiti oleh salah dan dosa, serta dilahirkan kembali menjadi manusia baru yang bebas dari segala ikatan belenggu dosa.

Natal yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember setiap tahun oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia menjadi momen pembaharuan hidup menjadi baru dan bersolider dengan dunia sekitar yang masih tercoreng aneka luka dan terhalang oleh gelap yang enggan pergi.

Natal yang selalu dirayakan setiap tahun menjadi perayaan iman yang menyelamatkan. Dikatakan demikian karena melalui natal Allah mengharmoniskan relasi-Nya dengan manusia yang telah lama putus oleh dosa manusia pertama di Taman Firdaus.

Natal sebagai bentuk kepedulian Allah bagi manusia. Allah tidak ingin manusia terus mati dan hanyut dalam kegelapan dosa dan tersesat di jalan yang tidak pasti. Maka pristiwa inkarnasi natal menjadi perayaan keselamatan yang dikerjakan oleh Allah kepada manusia.

Sekilas Sejarah Kelahiran Yesus Kristus
Setiap tanggal 25 Maret Gereja sejagat merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Hari Raya Maria menerima Kabar Gembira dari Malaekat Tuhan.

Dalam kisah Injil yang ditulis oleh Lukas, menjelaskan deteil mengenai kisah Maria menerima kabar gembira dari malaekat Tuhan. Maria gadis sederhana dan polos dari kampung pedalaman Nazaret menerima kabar Malaekat itu dalam situasional.

Ada aneka rasa bimbang dan ragu terasa saat itu, namun ada kepastian dalam hatinya bahwa ini adalah wahyu Tuhan yang akan segera tergenapi dalam dirinya.

Kekuatan iman itulah yang meneguhkan dan meyakinkan hatinya untuk siap menerima tawaran Tuhan yang datang kepadanya melalui malaekat Gabriel.

Kutipan kata-kata malaekat Gabriel, Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Kata-kata selanjutnya,, engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak dan hendaklah engkau menamai dia Imanuel, yang artinya Allah beserta kita.” Dengan segala kekurangan yang ada padanya Maria menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah menurut kehendakmu itu.”

Kata- kata Allah yang disampaikan oleh malaekat Gabriel kepada Maria itu adalah kata-kata Allah yang menjelma menjadi manusia dan tinggal diantara kita hingga saat ini dan selama-lamanya.

Kehadiran Yesus adalah realisasi dari kata-kata Allah yang disampaikan oleh Malaekat Gabriel kepada Maria gadis mungil dari desa. Sebagaimana juga tertulis dalam prolog Injil Yohanes, Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.

Prolog Yohanes ini mengandung unsur teologis yang mendalam tentang eksistensi Imanuel (Allah beserta kita).

Natal yang dirayakan umat kristiani setiap tahun adalah perayaan bahasa menjadi menjadi manusia.

Di sini setiap manusia dari segala macam latar belakang suku, tradisi, bahasa, budaya, dan negara disadarkan bahwa Allah yang kita imani itu adalah Allah yang penuh belaskasih dan bersolider dengan manusia.

Allah tidak tega membiarkan manusia hanyut di dalam kegelapan hidup yang paling gelap. Allah selalu peduli dan ingin manusia kembali ke dalam hangat rangkulan kasih-Nya dan mengalami keselamatan kekal.

Natal dalam konteks Indonesia yang terluka
Semesta Indonesia hari ini tidak baik-baik saja. (26/11/2025), alam menggugat dan bencana banjir bandang melanda tiga Provinsi (Aceh, Padang- Sumatera barat, dan Medan- Sumatera utara). Korban berjatuhan. Kehilangan rumah tinggal, binatang peliharaan, dan keluarga sebagai harta tak ternilai.

Betapa sedihnya tragedi ini. Semua mata manusia di seluruh Indonesia dan jagad dunia terpanah ke sana dan menaruh perhatian. Semua warga negara dan pengurus negara ini langsung mengalirkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada para korban yang terdampak dari bencana tersebut.

Indonesia sedang terluka dan sedikit lagi hari raya natal tiba. Seluruh umat di Indonsia sedang menanti kelahiran Yesus dalam keadaan luka. Luka bencana alam banjir bandang yang menelan tiga provinsi (Aceh, Sumatera barat, dan Sumatera utara).

Masa penantian untuk natal menjadi momen untuk sembuh secara total dari sakit, luka dan berbagai kehilangan yang terasa selama ini. Kelahiran Yesus Kristus menjadi pemulih atas segala luka dan pengalaman sakit yang paling menyakitkan dan terasa selama ini.

Umat Kristiani sedang menanti kelahiran Yesus Kristus sungguh yakin dan percaya bahwa natal adalah obat mujarab dari luka dan pengalaman sakit yang sedang terasa selama ini.

Natal; Jangan membiarkan luka kambuh oleh reaksi semesta ini tetapi sadarlah selalu bahwa semuanya terjadi karena Tuhan sudah bosan dengan tingkah kita yang tidak merawat semesta secara bertanggung jawab selama ini.

Bukalah ruang hati dan biarkanlah Tuhan datang membuka hati dan pikiran untuk bersolider dengan semesta sebagai saudara sesama ciptaan yang saling menjaga satu sama lain.

Yohanes Mau
Previous ArticleSimon–Maksi Terpilih Pimpin PGRI Manggarai Periode 2025–2030
Next Article Kejari Manggarai Selamatkan Rp1,18 Miliar Kerugian Negara pada 2025

Related Posts

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Pastor Sumber Ajaran Moral, Jangan Bela Pelaku TPPO

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.