Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa tenun ikat merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat NTT, bukan sekadar produk budaya.
Tenun ikat, menurut dia, adalah simbol ketekunan, kasih, dan doa para ibu penenun yang menjaga warisan budaya lintas generasi.
“Melalui tenun ikat, kita merawat karya para mama-mama penenun yang dengan ketelatenan menjaga identitas budaya NTT. Tenun harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan,” tegas Gubernur saat menghadiri Parade Tenun “NTT Berwarna 2025” yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTT dan Hari Ibu Nasional 2025, di Kupang, Sabtu, 13 Desember 2025.
Parade Tenun “NTT Berwarna 2025” diikuti berbagai instansi pemerintah, lembaga, serta komunitas masyarakat. Peserta antara lain Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT, PIA Ardhya Garini Cabang 14/D.II Lanud El Tari, Korem 161/Wira Sakti, Kodaeral VII Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, BPOM di Kupang, TP PKK Kota Kupang, WKRI DPD NTT, Komunitas Beta Models, serta Padu Padan Tenun by Erwin Yuan.
Selain sebagai ajang promosi budaya, kegiatan ini juga memuat pesan kemanusiaan. Panitia menggalang dana untuk membantu korban bencana di Sumatera serta mengampanyekan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, termasuk pencegahan HIV/AIDS.
Parade ditutup dengan tarian Ja’i bersama yang melibatkan seluruh peserta, dilanjutkan dengan pembagian door prize dan pengumuman pemenang lomba parade serta maskot dari berbagai kategori instansi dan komunitas.
Masih pada hari yang sama, sebelum melepas Parade Tenun “NTT Berwarna 2025”, Gubernur NTT juga melepas Lomba Lari 5K Putra Putri SDK Don Bosko (PAPIDOS) yang digelar di depan Kantor Gubernur NTT, Sabtu pagi.
Pelepasan lomba lari dalam rangka menyongsong HUT ke-67 Provinsi NTT itu ditandai dengan kibaran bendera start oleh Gubernur Melki, didampingi Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda NTT, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Dalam arahannya, Gubernur menyebutkan olahraga merupakan sarana memperkuat kebersamaan antar komunitas dan masyarakat, sekaligus bagian dari persiapan NTT sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Kegiatan seperti ini harus sering-sering. Selain untuk memperkuat kebersamaan antara kita juga untuk kesehatan, tapi sekalian kita juga mencari bibit-bibit atlet pelari asal Nusa Tenggara Timur,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga mengapresiasi para penyelenggara, khususnya para alumni SDK Don Bosco yang menginisiasi lomba lari tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan Masyarakat NTT, saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Persatuan Alumni Putra-Putri SDK Don Bosko Kupang, panitia penyelenggara yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, serta kepada seluruh peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan ini,” jelas Melki.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak mencerminkan kuatnya semangat solidaritas alumni SDK Don Bosko dalam mendukung sekolah dan berkontribusi bagi generasi berikutnya. NTT, lanjutnya, dikenal sebagai gudang pelari dan atlet berprestasi, sehingga konsistensi penyelenggaraan event olahraga diharapkan mampu melahirkan atlet masa depan daerah.
“Dengan adanya event-event seperti ini, kita berharap dapat menciptakan ruang inkubasi bagi para pelari muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental kompetitif, serta mempersiapkan diri menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi,” ucapnya.
“Tetap semangat, dan selalu jaga keselamatan selama melaksanakan olahraga lari ini. Mari, dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, kita terus mendukung setiap upaya positif yang membawa kebaikan bagi sekolah, masyarakat, dan terutama bagi generasi muda NTT untuk mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” pungkasnya. [VoN]

