Kupang, VoxNTT.com – Rapat Koordinasi Sinergi Pembangunan Daerah bertema “Beta NTT Manis dan Bae, Baku Sayang–Baku Jaga, Ayo Bangun NTT” menyoroti isu perlindungan tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Harper Kupang, Sabtu, 13 Desember 2025.
Dalam forum tersebut, perlindungan tenaga kerja asal NTT menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT bersama diaspora.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya pembekalan keterampilan, pemahaman hukum, kontrak kerja yang jelas, serta pendampingan sejak awal bagi anak-anak NTT yang bekerja di dalam maupun luar daerah.
Menurut Melki, rapat koordinasi ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan komitmen Pemprov NTT dan diaspora NTT, baik di dalam maupun di luar negeri, dalam mendukung pembangunan daerah.
“Dalam forum ini, saya menegaskan komitmen Pemprov NTT membangun kolaborasi yang berkelanjutan, terstruktur, dan inklusif dengan diaspora melalui penguatan kelembagaan bersama,” kata Melki.
Ia menjelaskan, salah satu kesepakatan utama yang dicapai adalah pembentukan Sekretariat Bersama “Ayo Bangun NTT” sebagai wadah koordinasi resmi antara pemerintah dan diaspora.
Pembentukan sekretariat ini dilakukan tanpa menghilangkan identitas maupun wadah komunitas diaspora yang telah berkembang di berbagai daerah.
“Yang kita bangun bukan untuk meniadakan rumah besar diaspora yang sudah ada, tetapi menjahit kekuatan itu agar terhubung secara sistematis dengan agenda pembangunan NTT,” ujar Melki.
Sekretariat bersama tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk merencanakan, mengawal, serta memastikan kontribusi nyata diaspora bagi pembangunan daerah.
Melki juga menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam merancang program kerja diaspora di berbagai wilayah.
Ia menilai karakter dan tantangan masyarakat NTT di Papua, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatra berbeda-beda.
Karena itu, menurutnya, tidak diperlukan banyak program, melainkan satu program konkret di tiap wilayah yang benar-benar menjawab persoalan mendasar, mulai dari administrasi kependudukan, perlindungan tenaga kerja, hingga kontribusi ekonomi.
“Dalam kesempatan ini, kami juga memperkuat kerja sama antar-daerah, khususnya dengan Bali dan NTB, serta menyiapkan kolaborasi lanjutan dengan Jawa Timur, Maluku, dan Papua, mencakup konektivitas, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi dengan melibatkan peran diaspora,” jelas Melki.
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi NTT, perwakilan diaspora, dan Bank NTT sebagai langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun NTT yang lebih maju dan berkeadilan. [VoN]

