Kupang, VoxNTT.com – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang akan menjadi daya ungkit utama perekonomian NTT ke depan.
“Pemerintah Provinsi NTT memandang penting bahwa daya ungkit ekonomi NTT ke depan adalah UMKM,” ujar Melki saat membuka secara resmi Pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTT yang digelar di NTT Fair Bimoku, Kupang pada Sabtu, 13 Desember 2025 malam.
Menurut dia, pameran ini merupakan bagian dari upaya menjalankan visi-misi Pemprov NTT dengan spirit Ayo Bangun NTT, untuk memastikan UMKM menjadi pengungkit ekonomi di NTT.
Momentum HUT ke-67 Provinsi NTT ini, lanjut Melki, dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa NTT mampu tampil sebagai daerah yang maju, kreatif, dan kompetitif dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki.
Gubernur Melki menegaskan, UMKM merupakan salah satu kekuatan terbesar NTT. Pelaku UMKM tidak hanya berperan sebagai penyerap tenaga kerja, tetapi juga sebagai penjaga identitas budaya daerah melalui produk-produk khas berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, pameran UMKM ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring usaha, meningkatkan promosi produk, membuka peluang investasi, serta mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.
Untuk memperkuat sektor UMKM, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong berbagai program, antara lain peningkatan kapasitas pelaku usaha, kemudahan akses permodalan, digitalisasi UMKM, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga keuangan, sektor swasta, dan komunitas.
“Kami percaya, jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, ekonomi NTT akan tumbuh lebih kuat dan inklusif,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengungkapkan rencana penguatan kerja sama ekonomi kawasan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi Bali dan NTB tengah mengembangkan kerja sama kawasan Sunda Kecil untuk membangun keterhubungan ekonomi antar-provinsi.
Selain itu, kerja sama juga direncanakan dengan Provinsi Maluku, Maluku Utara, serta enam provinsi di Papua sebagai bagian dari penguatan kawasan selatan dan timur Indonesia.
“Produk-produk UMKM akan menjadi salah satu pengungkit utama dalam kerja sama kawasan ini. Kapal-kapal putih yang dulu menghubungkan NTT, Maluku, dan Papua akan kita aktifkan kembali sebagai penghubung antarwilayah,” jelas Gubernur Melki.
Untuk diketahui, Pameran HUT ke-67 Provinsi NTT ini dilaksanakan di 12 titik di seluruh wilayah NTT. Untuk tahap awal, pameran digelar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Sementara itu, 11 titik lainnya akan dilaksanakan pada 16–20 Desember 2025, meliputi: Timor Tengah Selatan, Malaka, Manggarai Timur, Nagekeo, Flores Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, dan Lembata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik C. P. Koenunu, selaku Ketua Panitia Pameran, dalam laporannya menyampaikan bahwa pameran di NTT Fair Bimoku melibatkan 200 stand UMKM, terdiri atas 50 UMKM dari Kota Kupang, 50 UMKM dari Kabupaten Kupang, dan 100 UMKM binaan Pemerintah Provinsi NTT.
Selain pameran produk, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba, seperti fashion show, modern dance, lomba menyanyi solo antar SMA/SMK, serta lomba hias stand bertema Natal.
Pembukaan pameran turut dimeriahkan dengan panggung hiburan yang menghadirkan artis lokal NTT seperti Alfred Gare & Pax Group, Inggid Wakano, serta Edo Kondologit dari Papua. [VoN]

