Kupang, VoxNTT.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) dan Gubernur NTT mendorong sekolah katolik agar terus mencetak generasi yang unggul dan berkarakter.
Hal itu disampaikan keduanya saat menghadiri acara peringatan hari jadi Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) yang ke-51 di Hotel Kristal Kupang pada Rabu, 17 Desember 2025.
Acara itu mengusung tema ‘Ut Omnes Unum Sint, All Together Now: Mewujudkan Sekolah Unggul Katolik di Bumi Nusantara’.
Dalam sambutannya, Wamendikdasmen RI, Fajar Riza Ul Haq memberikan apresiasi tinggi terhadap sekolah katolik atas kontribusinya bagi bangsa, sejak era kolonial.
Ia menjelaskan, pendidikan bukan hanya soal kognitif (kepintaran), tapi pembentukan manusia seutuhnya yang inklusif, empati, dan memiliki jiwa solidaritas.
Fajar menegaskan komitmen pemerintah yang akan mendukung penuh sekolah swasta. Hal itu karena selama ini telah berperan menjadi salah satu tulang punggung sistem pendidikan nasional.
“Pendidikan Katolik adalah laboratorium untuk mendorong perjumpaan antariman dan peradaban. Sejalan dengan pesan Paus Fransiskus, pendidikan harus berani membentuk individu yang inklusif, bertanggung jawab, dan memiliki bela rasa,” ujarnya.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyoroti tentang kontribusi sekolah katolik dalam pembangunan SDM di NTT.
Ia mendorong agar setiap sekolah mencetak lulusan yang mandiri dan bertanggung jawab, sebagai langkah membangun daerah dari berbagai sektor.
Dalam kesempatan itu, Melki menjabarkan visinya untuk menjadikan NTT sebagai daerah yang cerdas melalui pendidikan merata dan tepat sasaran.
Memurutnya, salah satu terobosan yang diusung adalah penguatan pendidikan vokasi melalui program ‘One School One Product‘.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ia membeberkan tiga strategi utama yang akan dilakukan. Pertama, pendidikan holistik, yakni menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, dan kewirausahaan.
Kedua, kemandirian ekonomi, yakni mendorong siswa mengelola sumber daya lokal seperti pertanian dan perikanan.
Ketiga, pembentukan karakter. Ia mengakui keunggulan sekolah Katolik dalam mencetak lulusan dengan moral yang kuat.
“Kontribusi dan konsistensi sekolah katolik dalam membangun SDM NTT dari sisi karakter dan moral sangat menonjol. Itulah keunggulan sekolah katolik dan itulah yang saya rasakan ketika saya bersekolah disana,” tutupnya.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak 15 sampai 18 Desember 2025 itu juga menjadi ajang konsolidasi bagi MNPK untuk mengevaluasi peran mereka dalam menjawab tantangan global.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pendidikan swasta seperti sekolah katolik, Gubernur NTT optimis dapat mencetak SDM unggul yang siap membangun bangsa dari daerah.
Penulis: Herry Mandela

