Labuan Bajo, VoxNTT.com – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Basilius Sardi Jeramat, menggelar kegiatan reses di daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Pacar, Macang Pacar, Kuwus, Kuwus Barat, dan Ndoso.
Reses kader Partai NasDem tersebut difokuskan pada penyerapan aspirasi petani jagung sebagai upaya mendukung peningkatan ketahanan pangan tahun 2026, di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, khususnya pada sektor pembangunan infrastruktur.
Sardi menjelaskan, berdasarkan hasil dialog bersama masyarakat serta pengamatan langsung di lapangan, komoditas jagung memiliki peluang dan potensi besar untuk terus dikembangkan karena selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga.
“Oleh karena itu, saya menginisiasi program pendampingan “1 Kampung 1 Hektare Jagung” yang dikelola secara kolektif oleh kelompok masyarakat,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurut Sardi, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi juga berdampak pada ketersediaan bahan baku pakan ternak, khususnya bagi kelompok peternak ayam dan ternak babi di wilayah Dapil II.
Dia menyebut, dengan adanya program ini akan tercipta keterpaduan antara sektor pertanian dan peternakan yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan penanaman jagung tersebut, kata Sardi, direncanakan akan dilaksanakan pada 50 titik di wilayah Dapil II Kabupaten Manggarai Barat dengan melibatkan kelompok masyarakat sebagai pengelola utama.
“Hasil produksi jagung nantinya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi akan diolah oleh kelompok masyarakat menjadi pakan ternak,” paparnya.
Saat ini, jelas Sardi, di wilayah Dapil II belum terdapat pelaku usaha yang secara khusus bergerak di bidang produksi pakan ternak. Kondisi tersebut dinilainya sebagai peluang besar yang perlu dimaksimalkan secara bersama-sama.
Dia menambahkan, melalui program ini masyarakat tidak hanya berperan sebagai petani jagung, tetapi juga didorong untuk naik kelas menjadi pelaku usaha pakan ternak berbasis lokal.
Sardi berharap program tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat Dapil II Kabupaten Manggarai Barat untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat.
“Melalui penguatan sektor pertanian jagung yang terintegrasi dengan usaha pakan ternak, saya mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, serta semangat kewirausahaan masyarakat desa,” ungkapnya.
“Dengan pendekatan berbasis kelompok dan pendampingan berkelanjutan, kehadiran saya bukan sekadar sebagai yang menginisiasi program, tetapi sebagai ruang belajar, berusaha, dan bertumbuh bersama demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Dapil II secara berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis: Sello Jome

