Ruteng, VoxNTT.com – Dosen aktif Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng, Marsel Ruben Payong merespons video viral terkait keterlibatan mahasiswa Muslim dalam kegiatan koor Natal 2025 di Stasi Wontong, Paroki Loce, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai
Marsel menyatakan, asistensi Natal bagi mahasiswa bersifat pilihan dan tidak diwajibkan, khususnya bagi mahasiswa non-Katolik.
Menurutnya, mahasiswa ditempatkan dalam kelompok yang diinisiasi secara mandiri.
Ia menambahkan, kegiatan asistensi Natal tidak terbatas pada keterlibatan dalam koor atau liturgi, melainkan mencakup berbagai aktivitas lain seperti bakti sosial, penanaman pohon, dan kegiatan kemasyarakatan.
“Bahkan pengalaman selama ini terlibat sebagai pembimbing asistensi mahasiswa,” kata Marsel saat dihubungi VoxNtt.com, Senin, 29 Desember 2025.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan koor Natal 2025 di Stasi Wontong, Paroki Loce, Kecamatan Reok Barat, itu diketahui bernama Nur Afifin.
Nur mengaku ikut kegiatan koor Natal itu atas kemauan sendiri dan tanpa paksaan dari pihak mana pun.
“Kemauan sendiri, saya tidak tahu kalau yang muslim tidak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan koor, di pertengahan saya ikut latihan baru saya tahu,” katanya.
Nur juga mengungkapkan alasan lain yang mendorong dirinya mengikuti kegiatan tersebut.
Ia mengaku mendengar adanya surat keputusan (SK) terkait kegiatan asistensi Natal.
“Saya dengar-dengar juga ada dapat SK makanya saya mau ikut itu koor,” ujarnya.
Sebelumnya, keterlibatan seorang mahasiswi Muslim dalam koor malam Natal 2025 di Stasi Wontong, Paroki Loce, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, menjadi viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan publik.
Mahasiswi Muslim yang menempuh pendidikan di Kampus Unika Ruteng itu mengikuti koor malam Natal pada Rabu, 24 Desember 2025 malam.
Video keikutsertaannya kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan mengenai batas toleransi antarumat beragama.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manggarai Timur, Darma Wati turut menyampaikan komentarnya di unggahan video pemilik akun Facebook Abriel Piter Jehatu. Di kolom komentar video tersebut, ia mengaku kesal terhadap pihak Kampus Unika Santo Paulus Ruteng.
Ia menilai kampus dengan sengaja melibatkan mahasiswi Muslim dalam kegiatan koor misa Natal 2025.
“Kami menilai ini bukan lagi implementasi toleransi tetapi sebaliknya,” komentar Darma Wati dalam postingan itu.
Ia juga menyebut keterlibatan tersebut sebagai bentuk pengikisan iman mahasiswa yang bersangkutan.
“Karena itu kami mengecam tindakan seperti,” pungkasnya.
Kontributor: Isno Baco

