Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Membalut Cinta Terlarang di Balik Jubah
Gagasan

Membalut Cinta Terlarang di Balik Jubah

By Redaksi30 Desember 20254 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Mau
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes Mau

Pernah bertugas di Zimbabwe, Afrika bagian selatan. Peduli masalah kemanusiaan

Tim redaksi lebahtimor.com, menurunkan berita bertajuk, Pastor Asal Noemuti TTU Hamili Gadis Belu, Keuskupan Atambua Tidak Beri Pernyataan Apa pun.”

Kisah ini sangat sedih dan memperihatinkan. Sudah bertahun-tahun dibiarkan oleh pimpinan Keuskupan Atambua hingga hari ini. Syukur kepada Tuhan karena kisah pilu yang dialami gadis berinisial DU terungkap lewat kerja keras dari tim reporter dari media Lebah Timor.

Akhir tahun 2025 menjadi angin segar bahwa Natal tahun ini Allah datang untuk menyelamatkan keluarga.

Allah datang untuk menyelamatkan DU korban Kekerasan Seksual yang mengalami luka psikologi, dan sosial yang memenjarahkan dari pergaualannya selama ini.

Membaca berita ini, hati saya sungguh tersayat. Bahkan tidur malam pun terasa tidak nyenyak. Berpikir tentang seorang Imam Tuhan yang dipandang hormat di seluruh kalangan, bisa tega hati melakukan hal demikian.

Seorang Pastor bisa merusakan masa depan anak muda generasi penerus Gereja. Pokoknya aneka rasa menghantui hati atas tindakan amoral imam yang dipandang suci, sumber mengalirkan berkat bagi umat malah membawa petaka suram.

Pastor Marly Knoafmone (MK), Pr adalah Sekretaris di kantor keuskupan Atambua dan menjadi pelaku kekerasan seksual. Kisah suram ini baru terungkap 26 Desember tahun 2025.

Padahal sejak tahun 2017,  cinta terlarang ini terselubung begitu saja, dan korban bersama buah hatinya menunggu dalam ketidakpastian.

Selama ini tidak ada satu pun yang berani mengungkapkan karena respect terhadap pastor dan juga korban merasa takut diketahui oleh publik. Namun untuk kali ini tindakan bejat (MK) ini pun tidak luput lagi.

Tuhan sungguh bekerja untuk membalut luka umat- Nya dan menjadi terang dalam melenyapkan kegelapan yang sedang dilakukan oleh pastor sekretaris keuskupan Atambua.

Ketika saya membaca aneka berita yang tersiar di media sosial dan media online maka hati saya sungguh terkoyak oleh rasa sedih yang mendalam.

Saya merenung tentang nasib (DU) korban kekerasan seksual. Rindunya yang begitu dalam untuk masa depan yang cerah dihancurkan oleh seorang imam yang tugasnya menggembalakan kawanan domba ke padang rumput yang hijau dan menuntunnya menuju sumber air masa depan yang gemilang.

Malah merusaknya hingga babak belur. Lantas Dimanakah hatimu sebagai Imam hai (MK)?
Sejak tahun 2017 hingga hari ini (MK) setia membalut cinta terlarang di balik jubahnya. Ia tetap melakukan pelayanan sakramen kepada umat tanpa ada beban sedikit pun.

Di balik penampilannya yang berwibawa tersimpan hasrat libido yang tinggi. (MK) adalah imam yang pintar membalut cinta terlarang di balik jubah. Pancaran cahaya dari jubah putih yang dipakai selama ini hanyalah kamuflase untuk melampiaskan cinta eros secara leluasa.

Umat tahu bahwa (MK) adalah publik figur yang hadir sebagai bapak yang penuh belas kasih untuk semua tanpa pilih kasih. Kasih sayang, pelayanan, dan perhatian cinta untuk semua. Ia ada untuk menjangkau semua.

Ia tak terbatas oleh sekat-sekat status sosial, ekonomi, politik, suku, ras, dan budaya. Ia ada, dan mengalirkan nilai-nilai Kristiani kepada semua manusia. Namun realitas Marly Knoafmone (MK) di keuskupan Atambua ini, hadirnya meresahan. Apakah seorang Imam perannya demikian? Jika tidak, mengapa dia masih dipertahankan menjadi Imam?

Imam itu ditahbiskan untuk menguduskan umat bukan untuk menodai dan merusakkan masa depannya. Imam adalah panggilan mulia dan perpanjangan tangan Tuhan yang tersalib untuk memberi jamahan sejuk cinta kepada mereka yang nyaris hilang harapan akan hidup dan masa depannya.

Imam adalah berkat sejuk yang dirindukan oleh semua umat. Hadirnya adalah solusi diantara aneka masalah yang muncul di tengah dunia hari ini. Imam menggembalakan dan menuntun umat kepada kehidupan yang sesungguhnya.

Imam selalu menjadi penyambung lidah Allah, dan menyampaikan pesan keselamatan kepada semua manusia tanpa kalkulasi untung dan rugi. Imam adalah pancaran cahaya Kristus di tengah gelapdan luka  dunia hari ini. Kehadiran Imam bukan menciptakan luka dan membirakannya kambuh selama bertahun-tahun.

(MK) adalah imam yang meresahkan dan merusak moral Kristiani. Ilmu filsafat, teologi, dan aneka macam ilmu lain yang dipelajari selama ini tidak mampu menolongnya menjadi pastor yang baik (Pastor Bonus). Sekolah tinggi-tinggi dengan gelar mentereng namun tidak membumi dan menolong umat menjadi manusia yang baik.

Kehadiran (MK) sebagai imam adalah harimau ganas yang tampil sebagai pemangsa kaum hawa.  Istana keuskupan tempat cahaya kebaikan terpancar itu dijadikan sebagai lokus untuk melampiaskan hasratnya.

Betapa memprihatinkan dunia tindakan amoral dari Imam ini. Ia menjadikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya selama ini sebagai sarana untuk mengalirkan birahinya.

Masihkah (MK) layak disebut sebagai Imam? Saya mengatakan, tidak. Tidak karena MK tidak mampu merawat dan melestarikan nilai-nilai, moral, humanisme, dan Kristiani secara baik. (MK) hanya hadir untuk merusak snilai-nilai tersebut yang sudah dengan susah paya ditanam dan dihidupi oleh para misionaris perintis.

Maka Imam (MK) ini seharusnya segera ditangani secara khusus oleh pihak keuskupan untuk mendapatkan pengobatan khusus, dan pihak kepolisian untuk mendapatkan hukuman yang setimpal dengan tindakan amoralnya ini.

Yohanes Mau
Previous ArticleKapal Wisata Tenggelam di Padar, KSOP Labuan Bajo Dituding Lalai Keluarkan Izin Layak Laut
Next Article Benny Harman Ingatkan Pilkada Langsung Kehendak Rakyat, 97,5 Persen Publik Tolak Dikembalikan ke DPRD

Related Posts

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Pastor Sumber Ajaran Moral, Jangan Bela Pelaku TPPO

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.