Kupang, VoxNTT.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,39 persen pada Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan Desember 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamire berkata, inflasi y-on-y tertinggi di wilayah NTT terjadi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, yang mencapai 3,09 persen.
Sementara itu, daerah lainnya mencatat inflasi dengan besaran yang lebih rendah, namun tetap mencerminkan adanya tekanan harga di akhir tahun.
Matamire menjelaskan, inflasi Desember 2025 masih berada dalam kategori terkendali meskipun dipengaruhi oleh peningkatan permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Inflasi Desember 2025 di NTT terutama didorong oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau akibat meningkatnya permintaan akhir tahun, kelompok transportasi seiring naiknya mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami penyesuaian harga.
Ia menambahkan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan tertentu menjadi faktor utama yang paling dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah perkotaan.
“Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan kordinasi dan menjaga stabilitas kebutuhan pokok,” katanya.
Dengan inflasi sebesar 2,39 persen tersebut, kondisi perekonomian NTT secara umum dinilai masih berada pada jalur yang relatif stabil.
Matamire menegaskan, pengendalian inflasi memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha.
“Harga pasar perlu dipantau, kelancaran distribusi pasokan kebutuhan menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali,” ungkapnya.
Penulis: Berto Davids

