Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di NTT
Pojok Info

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di NTT

By Redaksi8 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto ilustrasi hujan yang disertai angin kencang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 6 hingga 13 Januari 2026.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

BMKG menyebutkan, berdasarkan analisis terkini, NTT saat ini berada dalam periode musim hujan. Kondisi atmosfer diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah utara Benua Australia yang memicu daerah belokan angin, pertemuan angin, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT bagian utara.

Selain itu, aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

“Kondisi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTT, yang dalam waktu singkat dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, dalam keterangan yang diperoleh VoxNtt.com, Kamis, 8 Januari 2025.

BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Sementara itu, potensi hujan sedang hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Sti Nenot’ek menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi curam dan berbukit.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti wisata dan ibadah,” ujarnya.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki di wilayah Flores Timur, terutama jika hujan lebat terjadi dalam durasi panjang.

Mengingat cuaca bersifat dinamis, BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan peringatan dini cuaca ekstrem melalui layanan resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, media sosial @infobmkgeltari, serta layanan informasi cuaca 24 jam.

“Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri sangat penting agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat, demi keselamatan masyarakat,” tutupnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Stefanus Tawar mengatakan kondisi cuaca saat ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.

“Peningkatan intensitas hujan ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan disertai angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem,” kata Stefanus kepada VoxNtt.com, Kamis siang.

Ia mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan serta kesiapsiagaan guna meminimalisir potensi dampak bencana.

Sejumlah langkah yang disarankan antara lain mewaspadai hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem, serta memeriksa dan menebang pohon yang rawan tumbang di sekitar permukiman.

Selain itu, Stefanus meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh BMKG serta BPBD dan mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi kebencanaan yang tidak valid karena dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta berhati-hati dan menunda pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.

Penulis: Isno Baco

BMKG BMKG Manggarai BMKG NTT
Previous ArticleProyek Jalan Inpres di Satarmese Barat Rampung, Warga Apresiasi Pemerintah
Next Article BPJN Prioritaskan Preservasi Jalan Ruteng–Reo–Kedindi pada 2026

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Jenazah WNA Asal Kanada yang Tewas di Labuan Bajo Diterbangkan ke Bali 

26 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.