Ruteng, VoxNTT.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 6 hingga 13 Januari 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
BMKG menyebutkan, berdasarkan analisis terkini, NTT saat ini berada dalam periode musim hujan. Kondisi atmosfer diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah utara Benua Australia yang memicu daerah belokan angin, pertemuan angin, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT bagian utara.
Selain itu, aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Kondisi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTT, yang dalam waktu singkat dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, dalam keterangan yang diperoleh VoxNtt.com, Kamis, 8 Januari 2025.
BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Sementara itu, potensi hujan sedang hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.
Sti Nenot’ek menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi curam dan berbukit.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti wisata dan ibadah,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki di wilayah Flores Timur, terutama jika hujan lebat terjadi dalam durasi panjang.
Mengingat cuaca bersifat dinamis, BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan peringatan dini cuaca ekstrem melalui layanan resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, media sosial @infobmkgeltari, serta layanan informasi cuaca 24 jam.
“Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri sangat penting agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat, demi keselamatan masyarakat,” tutupnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Stefanus Tawar mengatakan kondisi cuaca saat ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.
“Peningkatan intensitas hujan ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan disertai angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem,” kata Stefanus kepada VoxNtt.com, Kamis siang.
Ia mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan serta kesiapsiagaan guna meminimalisir potensi dampak bencana.
Sejumlah langkah yang disarankan antara lain mewaspadai hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem, serta memeriksa dan menebang pohon yang rawan tumbang di sekitar permukiman.
Selain itu, Stefanus meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh BMKG serta BPBD dan mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi kebencanaan yang tidak valid karena dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta berhati-hati dan menunda pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.
Penulis: Isno Baco

