Ruteng, VoxNTT.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menangani ambruknya deker di jalur penghubung Golo Woi–Meda, Kecamatan Cibal Barat.
Kepala BPBD Manggarai, Stefanus Tawar mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan kerusakan infrastruktur dapat segera dilaksanakan mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
“Saya sudah koordinasi dengan Dinas PUPR tadi untuk segera menangani deker yang ambruk di Desa Golo Woi,” kata Stefanus Tawar kepada VoxNtt.com, Kamis, 15 Januari 2026 malam.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama sepekan terakhir memicu sejumlah bencana longsor di berbagai wilayah. Salah satunya terjadi di Desa Golo Woi, Kecamatan Cibal Barat, tepatnya di jalur penghubung Golo Woi–Meda.
Ambruknya deker sebelum memasuki Kampung Meda menyebabkan akses utama warga lumpuh total. Jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur yang digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Ambruknya tadi malam, karena tadi malam itu hujan deras disini,” kata warga Kampung Meda, Jhon, saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut Jhon, kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas warga, terutama untuk pergi bekerja dan memenuhi keperluan mendesak lainnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai maupun dinas terkait segera turun tangan menangani kerusakan tersebut.
Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Golo Woi, Heri Darmo. Ia menjelaskan, ambruknya jalan Golo Woi–Meda terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung selama kurang lebih satu pekan terakhir.
Sebagai pemerintah desa, Heri mengaku sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar akses jalan tersebut segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Hari ini juga saya menyambangi Dinas PUPR Manggarai untuk mengkoordinasikan langsung terkait dengan ambruk nya deker di Wae Mulu jalur Golo Woi-Meda,” kata Heri Darmo.
Sementara itu, Camat Cibal Barat, Jhon Regon, membenarkan bahwa jalur Golo Woi–Meda saat ini tidak dapat dilalui kendaraan.
“Saya barusan telepon perangkat desa Golo Woi, jalur Golo Woi-Meda lumpuh total, hanya bisa dilewati pejalan kaki.”
Ia mengatakan telah memerintahkan perangkat desa untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta mengupayakan langkah penanganan darurat secara swadaya bersama masyarakat.
“Saya sudah perintahkan mereka untuk melihat situasi lapangan, melihat kemungkinan untuk penanganan darurat secara swadaya bersama masyarakat agar aktivitas kembali,” ujar Jhon.
Penulis: Isno Baco

