Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Belum Beri Keterangan, SMP Fransiskus Ruteng Masih Fokus Dukung Pencarian Korban
Pojok Info

Belum Beri Keterangan, SMP Fransiskus Ruteng Masih Fokus Dukung Pencarian Korban

By Redaksi15 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
SMP Fransiskus Ruteng, alamat sekolah korban yang tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Reok Barat. (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Fransiskus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa memberikan klarifikasi atau keterangan terkait peristiwa tenggelamnya salah satu pelajar, Armendo W. Jeferson pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu.

Dalam keterangannya, Kamis, 15 Januari 2026, Kepala SMP Fransiskus Ruteng, RD. Enchik Aldion berkata, pihaknya belum bisa memberikan klarifikasi dalam bentuk apapun terkait peristiwa tenggelamnya Armendo.

Enchik mengklaim, seluruh informasi sedang dikantongi pihak Polsek Reo, sehingga pihak sekolah diingatkan untuk tidak memberikan klarifikasi apapun.

“Kami sudah diperingatkan untuk tidak memberikan klarifikasi apapun karena saat ini semua petugas sedang fokus mencari korban yang hingga hari kelima ini belum ditemukan,” kata RD. Enchik, seorang Imam yang baru menjabat Kepala SMP Fransiskus Ruteng satu semester.

Ia mengaku, memang banyak publik bertanya tentang tanggapan sekolah terkait peristiwa ini, termasuk ada pihak yang mendatangi sekolah. Namun ia belum memberi penjelasan secara terperinci karena masih fokus ke pencarian korban.

Ia menambahkan, saat ini 10 orang anak yang menjadi saksi dalam peristiwa tenggelamnya rekan mereka Armendo sudah diinterogasi oleh Polsek Reo dan 10 orang anak itu sedang diistirahatkan di rumah masing-masing untuk pemulihan psikologis.

Waktu pemeriksaan, kata dia, pihak sekolah turut mendampingi 10 orang anak itu sejak pagi hingga sore hari.

“Saya sendiri yang dampingi mereka pada hari pemeriksaan, kurang lebih berjalan sejak jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Mereka sekarang sedang diistirahatkan di rumah masing-masing untuk pemulihan psikologis,” ujar Enchik.

Sebagai bentuk dukungan dalam upaya pencarian korban, Enchik mengaku pihak sekolah mengirimkan bantuan sembako untuk petugas.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bahwa pihak sekolah turut mendukung upaya pencarian korban sampai jasadnya ditemukan.

“Kami turut mendukung upaya pencarian ini, meski tidak ada alat canggih seperti tim SAR kami membantu dengan memberikan sembako berupa beras, telur, mie, kopi dan gula untuk petugas,” kata Enchik.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan awal, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Korban bersama teman-temannya bergerak menuju lokasi air terjun Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat setelah sebelumnya bertemu dengan pengelola untuk meminta izin masuk.

Saat itu, rombongan diizinkan masuk dengan syarat tidak melompat ke air terjun atau mandi, melainkan hanya untuk berfoto.

Namun, setibanya di tepi air, rombongan tersebut diduga tidak mengindahkan imbauan tersebut. Mereka berganti pakaian dan mandi di sekitar lokasi.

Tidak lama kemudian, rombongan lain berteriak histeris meminta pertolongan setelah salah satu dari mereka hanyut terbawa arus dan tenggelam.

Irenius disebut sempat mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Penulis: Berto Davids

Air Terjun Tiwu Pai Kecamatan Reok Barat Manggarai Reok Barat SMP Fransiskus Ruteng
Previous ArticleDeker Ambruk, Akses Jalan Golo Woi–Meda di Manggarai Lumpuh Total
Next Article BPBD Manggarai Koordinasi dengan Dinas Teknis Tangani Deker yang Ambruk di Cibal Barat

Related Posts

Jenazah Dua WNA Austria yang Jatuh di Cunca Wulang Diterbangkan ke Bali

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.