Labuan Bajo, VoxNTT.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 22 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit rumah warga di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, mengalami kerusakan parah.
Akibat kejadian itu, seorang warga lanjut usia mengalami luka dan harus dilarikan ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis.
Pemilik rumah, Maksimus Nurdin, menuturkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kampung Nobo. Terpaan angin menyebabkan bagian dapur rumahnya roboh dan menimpa sang mertua yang berada di dalam rumah.
“Kejadiannya kemarin sekitar jam empat sore. Waktu itu angin kencang dan hujan. Tiba-tiba dapur rumah roboh dan jatuh ke samping. Awalnya roboh ke sebelah dulu,” kata Maksimus melalui telepon, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian atap, tetapi hampir seluruh bagian belakang rumah ambruk.
Saat kejadian, mertua Maksimus yang berusia 68 tahun sedang duduk di area dapur sehingga tertimpa bangunan yang roboh.
“Mama (mertua) sedang duduk di situ. Dapur roboh bersamaan dan menimpa dia. Saya punya istri masih sempat lari ke rumah besar karena bagian itu belum roboh waktu kejadian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maksimus menyampaikan, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi tidak sadar diri. Korban mengalami pingsan dan tidak mampu berjalan sehingga langsung dilarikan ke RSUD Komodo Labuan Bajo.
“Waktu dievakuasi sudah pingsan, tidak bisa jalan. Langsung dibawa ke rumah sakit jam setengah 5,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak disebabkan oleh longsor, melainkan murni akibat angin kencang. Saat kejadian, seluruh anggota keluarga berada di dalam rumah.
“Kami ada enam orang di rumah, saya, istri, mertua, dan anak,” ujarnya.
Pasca-kejadian, pemerintah desa setempat telah mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak.
Maksimus yang berprofesi sebagai petani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, terutama untuk perbaikan rumah dan pemulihan kondisi korban.
“Semoga ada bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk kami ini,” ucapnya.
Penulis: Sello Jome

