Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Longsor di Desa Goreng Meni Lamba Leda, Korban Meninggal Bertambah
Pojok Info

Longsor di Desa Goreng Meni Lamba Leda, Korban Meninggal Bertambah

By Redaksi23 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan terjadinya bencana longsor di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda.

Berdasarkan data yang dilaporkan Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, longsor terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Material longsor menimpa rumah warga atas nama Kongradus Lasa.

Akibat kejadian tersebut, dilaporkan dua orang korban masih tertimbun dan belum ditemukan. Sementara itu, dua korban lainnya berhasil dievakuasi dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Benteng Jawa. Namun, satu orang korban dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026, sehingga total korban meninggal dunia menjadi tiga orang.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana longsor juga menyebabkan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi.

“Terdapat 2 dusun di Desa Goreng Meni yang mengungsi yaitu dusun Sosor Alo (90 KK), Dusun Buru Pote (137 KK),” ujar Camat Vitalis.

Menanggapi kondisi bencana tersebut, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Bencana yang terjadi di Goreng Meni saat ini merupakan duka untuk seluruh masyarakat Manggarai Timur. Saya minta kepada warga yang terdampak khususnya keluarga korban untuk tetap tabah dan tidak putus asa. Bersama kita akan melakukan segala upaya untuk menemukan korban yang tertimbun,” kata Bupati Agas Andreas.

Bupati Agas juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama pada malam hari, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Ia menyarankan warga untuk menghindari perjalanan jika tidak mendesak dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila lokasi tempat tinggal dinilai rawan longsor.

Pemerintah Daerah Manggarai Timur, kata Bupati Agas, telah mengambil langkah-langkah taktis melalui koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berada di lokasi, dibantu unsur TNI untuk penanganan awal.

Selain itu, Wakil Bupati bersama perangkat daerah terkait juga telah bergerak menuju lokasi bencana.

“Saya juga meminta kepada ASN dan masyarakat Manggarai Timur untuk bersama meringankan beban korban dengan berdonasi melalui Dinas Sosial dalam bentuk pakaian layak pakai, makanan, dan lain-lain yang bisa disumbangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Agustinus Susanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini hujan masih terus turun di lokasi bencana.

“Beberapa titik longsor kecil dan yang rawan longsor ditemukan di jalan menuju lokasi bencana, namun sudah teratasi,” kata Agustinus.

Ia menambahkan, logistik bantuan yang telah disalurkan Pemda Manggarai Timur melalui BPBD antara lain beras sebanyak 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta peralatan tidur.

Penulis: Isno Baco

Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Manggarai Timur Matim
Previous ArticleAngin Kencang Rusak Rumah Warga di Mbeliling, Seorang Lansia Luka dan Dilarikan ke RSUD Komodo
Next Article Pemkab Manggarai Timur Alokasikan Rp3,4 Miliar untuk Rehabilitasi Jalan Benteng Jawa–Bawe

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.