Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Mbeliling, Seorang Lansia Luka dan Dilarikan ke RSUD Komodo
Pojok Info

Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Mbeliling, Seorang Lansia Luka dan Dilarikan ke RSUD Komodo

By Redaksi23 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah warga di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang,  yang roboh akibat angin kencang (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 22 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit rumah warga di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, mengalami kerusakan parah.

Akibat kejadian itu, seorang warga lanjut usia mengalami luka dan harus dilarikan ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis.

Pemilik rumah, Maksimus Nurdin, menuturkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kampung Nobo. Terpaan angin menyebabkan bagian dapur rumahnya roboh dan menimpa sang mertua yang berada di dalam rumah.

“Kejadiannya kemarin sekitar jam empat sore. Waktu itu angin kencang dan hujan. Tiba-tiba dapur rumah roboh dan jatuh ke samping. Awalnya roboh ke sebelah dulu,” kata Maksimus melalui telepon, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian atap, tetapi hampir seluruh bagian belakang rumah ambruk.

Saat kejadian, mertua Maksimus yang berusia 68 tahun sedang duduk di area dapur sehingga tertimpa bangunan yang roboh.

“Mama (mertua) sedang duduk di situ. Dapur roboh bersamaan dan menimpa dia. Saya punya istri masih sempat lari ke rumah besar karena bagian itu belum roboh waktu kejadian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maksimus menyampaikan, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi tidak sadar diri. Korban mengalami pingsan dan tidak mampu berjalan sehingga langsung dilarikan ke RSUD Komodo Labuan Bajo.

“Waktu dievakuasi sudah pingsan, tidak bisa jalan. Langsung dibawa ke rumah sakit jam setengah 5,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak disebabkan oleh longsor, melainkan murni akibat angin kencang. Saat kejadian, seluruh anggota keluarga berada di dalam rumah.

“Kami ada enam orang di rumah, saya, istri, mertua, dan anak,” ujarnya.

Pasca-kejadian, pemerintah desa setempat telah mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak.

Maksimus yang berprofesi sebagai petani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, terutama untuk perbaikan rumah dan pemulihan kondisi korban.

“Semoga ada bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk kami ini,” ucapnya.

Penulis: Sello Jome

Desa Tondong Belang Kecamatan Mbeliling Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleDua Warga Lamba Leda Tertimbun Longsor, Pemda Manggarai Timur Ambil Langkah Taktis
Next Article Longsor di Desa Goreng Meni Lamba Leda, Korban Meninggal Bertambah

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.