Labuan Bajo, VoxNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menutup sementara jalur Bambor–Werang bagi kendaraan roda empat dan roda enam setelah bencana longsor melanda ruas jalan tersebut. Penutupan dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan di jalur strategis itu.
Keputusan tersebut diambil setelah Kepala Dinas PU Manggarai Barat meninjau langsung titik longsor di Kampung Lara, Desa Poco Golo Kempo, Kecamatan Sano Nggoang.
Kondisi jalan dinilai kritis akibat longsoran di sisi bawah badan jalan yang berpotensi ambrol sewaktu-waktu jika dilalui kendaraan berat.
Sejak Jumat pagi pukul 08.00 Wita, Dinas PU telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang tertutup material longsor. Hingga petang hari, tim di lapangan berhasil mengurai material di tiga titik longsor utama yang sebelumnya melumpuhkan total arus transportasi menuju ibu kota kecamatan.
Kepala Dinas PU Kabupaten Manggarai Barat, Yosep Suhandi, bersama anggota DPRD Manggarai Barat, Rofinus Rahmat, turun langsung ke lokasi guna memastikan proses pembersihan berjalan optimal.
Yosep menyebut pelebaran galian akan segera dilakukan agar badan jalan kembali stabil dan aman dilalui.
“Penutupan sementara bagi kendaraan R4 dan R6 dilakukan agar tidak mengganggu proses penanganan teknis di segmen tersebut. Kami berencana memperlebar galian agar akses jalan lebih aman ke depannya,” jelas Yosep.
Jalur Alternatif Disiapkan
Untuk menjaga konektivitas warga menuju Werang, Dinas PU menerjunkan tim survei ke jalur Mbuhet–Langgo–Werang, tepatnya di area Toto Ninu, Kampung Rangat, Desa Wae Lolos.
Jalur tersebut disiapkan sebagai rute alternatif utama selama proses perbaikan permanen di jalur utama berlangsung.
Selain itu, Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang bersama unsur forkompincam dan pemerintah desa setempat menggelar gotong royong pada Jumat, 23 Januari untuk memperbaiki jalur Dahot–Galang sebagai alternatif tambahan.
Anggota DPRD Manggarai Barat, Rofinus Rahmat mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menangani longsor.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalur yang masih dalam penanganan.
“Kami meminta masyarakat pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan roda empat dan enam, untuk mematuhi imbauan dari Dinas PU,” ungkap Rofinus di sela-sela peninjauan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penutupan sementara jalur Bambor–Werang dilakukan semata-mata demi keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi jalan di Kampung Lara masih sangat rawan akibat longsoran di sisi bawah badan jalan.
Penulis: Sello Jome

