Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ketua DPRD Kota Kupang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penopang Program Makan Bergizi Gratis
Regional NTT

Ketua DPRD Kota Kupang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penopang Program Makan Bergizi Gratis

By Redaksi26 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Kota Kupang (kanan), Richard Odja dan Ketua KPM Kelurahan Penfui Jefri Tapobali (kiri) (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang mendorong penguatan peran Koperasi Merah Putih sebagai penopang utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

Koperasi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjamin ketersediaan dan distribusi bahan pangan yang terjangkau hingga tingkat kelurahan.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, saat menghadiri peluncuran Toko Sembako Koperasi Kelurahan Merah Putih Penfui, Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurutnya, penguatan koperasi merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem pangan lokal yang berkelanjutan dan berpihak pada ekonomi rakyat.

“Koperasi Merah Putih kami dorong menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Ini sejalan dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang menekankan sinergi pusat dan daerah dalam pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Richard.

Ia menjelaskan, keberadaan koperasi di tingkat kelurahan memungkinkan rantai distribusi pangan menjadi lebih pendek dan efisien, sekaligus menjaga stabilitas harga. Dengan demikian, kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG dapat dipenuhi dari sumber-sumber ekonomi lokal.

DPRD Kota Kupang, lanjut Richard, juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat koperasi, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, DPRD berencana menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Koperasi Merah Putih agar belanja kebutuhan pokok pemerintah dan lembaga dapat dilakukan melalui koperasi.

“Belanja melalui koperasi bukan hanya menggerakkan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kesiapan koperasi dalam mendukung program-program strategis, termasuk MBG,” katanya.

Dari sisi regulasi, DPRD Kota Kupang tengah menyiapkan langkah-langkah penguatan payung hukum agar koperasi memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.

Regulasi tersebut diharapkan dapat membuka akses koperasi terhadap pembiayaan perbankan serta keterlibatan langsung dalam penyediaan bahan pangan bagi program pemerintah.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Penfui, Jefri Tapobali, mengatakan koperasi yang dipimpinnya sejak awal dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.

“Koperasi ini bukan hanya unit usaha, tetapi fondasi ekonomi kerakyatan. Kami siap berperan aktif mendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan memastikan pasokan bahan pangan tersedia, berkualitas, dan dikelola secara transparan,” kata Jefri.

Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka Asta Cita, yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Melalui koperasi, masyarakat didorong tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga sebagai pelaku dan pemilik usaha.

Menurut Jefri, kehadiran Toko Sembako Koperasi Merah Putih Penfui diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta memperkuat sistem pangan lokal yang menjadi prasyarat keberhasilan Program MBG.

“Kekuatan koperasi ada pada kebersamaan dan partisipasi anggota. Setiap perputaran ekonomi di koperasi ini akan kembali untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

DPRD Kota Kupang berharap Koperasi Merah Putih Penfui dapat menjadi model penguatan koperasi di tingkat kelurahan, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat serta pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Penulis: Ronis Natom

DPRD Kota Kupang Koperasi Merah Putih Kota Kupang Program Makan Bergizi Gratis
Previous ArticleKorban Tertimbun Longsor di Lamba Leda yang Berhasil Ditemukan Beridentitas Mahasiswi, Kapolda NTT Sampaikan Duka Cita
Next Article Kejati NTT Nyatakan Berkas Perkara Mokrianus Lay P-21, Penahanan Berpeluang Dilakukan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.