Borong, VoxNTT.com – Tiga korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur sudah ditemukan.
Ketiga korban yang meninggal dunia akibat longsor itu yakni Albina Ria (49), Teresia Resem (47), dan Yustina Mira (19).
Camat Lamba Leda Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana menyampaikan limpah terima kasih kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan, masyarakat, semua pihak yang ikut ambil bagian dalam pencarian korban sehingga dihari kelima korban terakhir ditemukan.
“Kita bersyukur di hari kelima korban akhirnya ditemukan,” ucap camat Vitalis di lokasi bencana usai menemukan jenazah Yustina Mira, pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 10.20 Wita.
Kata dia, ada empat rumah yang terdampak akibat tanah longsor tersebut yakni milik Kongradus Lasa, Adrianus Pau, Hendrikus Nawa dan Paulus Hasmin.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas mengatakan, bencana yang terjadi di Goreng Meni saat ini merupakan duka untuk seluruh masyarakat Manggarai Timur.
“Saya minta kepada warga yang terdampak khususnya keluarga korban untuk tetap tabah dan tidak putus asa,” ucap Bupati Agas.
Bupati Agas juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama pada malam hari, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Ia menyarankan warga untuk menghindari perjalanan jika tidak mendesak dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila lokasi tempat tinggal dinilai rawan longsor.
“Logistik bantuan telah disalurkan oleh Pemda Manggarai Timur melalui BPBD antara lain beras sebanyak 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta peralatan tidur,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Tarsisius Syukur memimpin langsung pencarian korban tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda pada Jumat, 23 Januari 2026.
Kejadian nahas yang terjadi pada Kamis, 22 Januari itu menewaskan Albina Ria setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Sedangkan korban Yustina Mira dan Theresia Resem masih hilang di tengah material longsor.
Wabup Tarsi memastikan proses penanganan dan evakuasi korban berjalan sesuai prosedur.
Ia juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta tim terkait untuk terus melanjutkan upaya pencarian terhadap dia orang korban.
“Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat masih melakukan evakuasi serta pendataan dampak bencana. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” ujarnya.
Di tengah situasi duka ini, masyarakat diharapkan saling menguatkan, menjaga diri dan keluarga, serta lebih peka terhadap kondisi alam di sekitar.
“Kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi langkah penting agar risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan semua pihak tetap terjaga,” kata Tarsi.
Operasi dimulai sejak Jumat, 23 Januari 2026.
Operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Manggarai Timur, TNI, Polri, Brimob, aparat Kecamatan Lamba Leda, aparat Desa Goreng Meni, Puskesmas Benteng Jawa, serta masyarakat setempat.
Selama empat hari pencarian, tim mengandalkan peralatan manual seperti sekop dan linggis.
Selain itu, mereka juga menggunakan metode penyemprotan air melalui selang yang terhubung ke mesin penyedot untuk menyingkirkan material longsor.
Satu unit alat berat jenis excavator baru tiba di lokasi bencana pada Minggu sore, 25 Januari 2026, atau empat hari setelah operasi SAR berlangsung.
Setelah jenazah korban kedua berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.
Akibat longsor tersebut terdapat 2 dusun di Desa Goreng Meni yang mengungsi yaitu dusun Sosor Alo (90 KK), Dusun Buru Pote (137). Dan saat ini kedua warga dusun itu masih mengusi di kampung Rentung.
Penulis: Isno Baco

