Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Semua Korban Longsor di Goreng Meni Sudah Ditemukan, Camat Lamba Leda: Terima Kasih kepada Seluruh Tim SAR
Pojok Info

Semua Korban Longsor di Goreng Meni Sudah Ditemukan, Camat Lamba Leda: Terima Kasih kepada Seluruh Tim SAR

By Redaksi27 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Upaya pencarian korban longsor oleh Tim SAR Gabungan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Tiga korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur sudah ditemukan.

Ketiga korban yang meninggal dunia akibat longsor itu yakni Albina Ria (49), Teresia Resem (47), dan Yustina Mira (19).

Camat Lamba Leda Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana menyampaikan limpah terima kasih kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan, masyarakat, semua pihak yang ikut ambil bagian dalam pencarian korban sehingga dihari kelima korban terakhir ditemukan.

“Kita bersyukur di hari kelima korban akhirnya ditemukan,” ucap camat Vitalis di lokasi bencana usai menemukan jenazah Yustina Mira, pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 10.20 Wita.

Kata dia, ada empat rumah yang terdampak akibat tanah longsor tersebut yakni milik Kongradus Lasa, Adrianus Pau, Hendrikus Nawa dan Paulus Hasmin.

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas mengatakan, bencana yang terjadi di Goreng Meni saat ini merupakan duka untuk seluruh masyarakat Manggarai Timur.

“Saya minta kepada warga yang terdampak khususnya keluarga korban untuk tetap tabah dan tidak putus asa,” ucap Bupati Agas.

Bupati Agas juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama pada malam hari, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Ia menyarankan warga untuk menghindari perjalanan jika tidak mendesak dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila lokasi tempat tinggal dinilai rawan longsor.

“Logistik bantuan telah disalurkan oleh Pemda Manggarai Timur melalui BPBD antara lain beras sebanyak 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta peralatan tidur,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Tarsisius Syukur memimpin langsung pencarian korban tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kejadian nahas yang terjadi pada Kamis, 22 Januari itu menewaskan Albina Ria setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Sedangkan korban Yustina Mira dan Theresia Resem masih hilang di tengah material longsor.

Wabup Tarsi memastikan proses penanganan dan evakuasi korban berjalan sesuai prosedur.

Ia juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta tim terkait untuk terus melanjutkan upaya pencarian terhadap dia orang korban.

“Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat masih melakukan evakuasi serta pendataan dampak bencana. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” ujarnya.

Di tengah situasi duka ini, masyarakat diharapkan saling menguatkan, menjaga diri dan keluarga, serta lebih peka terhadap kondisi alam di sekitar.

“Kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi langkah penting agar risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan semua pihak tetap terjaga,” kata Tarsi.

Operasi dimulai sejak Jumat, 23 Januari 2026.

Operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Manggarai Timur, TNI, Polri, Brimob, aparat Kecamatan Lamba Leda, aparat Desa Goreng Meni, Puskesmas Benteng Jawa, serta masyarakat setempat.

Selama empat hari pencarian, tim mengandalkan peralatan manual seperti sekop dan linggis.

Selain itu, mereka juga menggunakan metode penyemprotan air melalui selang yang terhubung ke mesin penyedot untuk menyingkirkan material longsor.

Satu unit alat berat jenis excavator baru tiba di lokasi bencana pada Minggu sore, 25 Januari 2026, atau empat hari setelah operasi SAR berlangsung.

Setelah jenazah korban kedua berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.

Akibat longsor tersebut terdapat 2 dusun di Desa Goreng Meni yang mengungsi yaitu dusun Sosor Alo (90 KK), Dusun Buru Pote (137). Dan saat ini kedua warga dusun itu masih mengusi di kampung Rentung.

Penulis: Isno Baco

Desa Goreng Meni Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Lamba Leda Longsor Desa Goreng Meni
Previous ArticlePemkab Lembata Terapkan Zonasi Malapari, Pengusaha Soroti Potensi PAD Jangka Pendek
Next Article Wabup Matim Sampaikan Terima Kasih dan Apresiasi atas Penemuan Korban Tertimbun Longsor

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Jenazah WNA Asal Kanada yang Tewas di Labuan Bajo Diterbangkan ke Bali 

26 Februari 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.