Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Serapan APBN di Manggarai Raya dan Ngada Capai 95,94 Persen hingga Akhir 2025
Regional NTT

Serapan APBN di Manggarai Raya dan Ngada Capai 95,94 Persen hingga Akhir 2025

By Redaksi28 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala KPPN Ruteng, Akhmad Zainuddin (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Realisasi anggaran yang disalurkan melalui Satuan Kerja Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp4,75 triliun atau 95,94 persen dari total pagu.

Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan Tahun Anggaran 2025 berjalan efektif dengan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang solid.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ruteng, Akhmad Zainuddin mengatakan, realisasi tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) dan Transfer ke Daerah (TKD).

“Realisasi tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp846,54 miliar atau 89,99 persen dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp3,90 triliun atau 97,33 persen,” kata Akhmad kepada wartawan di Ruteng, Rabu, 28 Januari 2026.

Meski tingkat penyerapan anggaran tergolong tinggi, Akhmad mengungkapkan secara nominal realisasi anggaran tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 14,98 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya alokasi anggaran sebesar Rp836,39 miliar, yang terdiri atas penurunan BPP sebesar Rp392,61 miliar dan TKD sebesar Rp443,78 miliar. Selain itu, masih terdapat pagu blokir belanja kementerian/lembaga sebesar Rp75,17 miliar.

Namun demikian, Akhmad menilai kinerja APBN tetap memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada tercatat cukup tinggi.

“Kabupaten Manggarai Barat mencatat pertumbuhan 6,11 persen, Manggarai 4,51 persen, Manggarai Timur 3,86 persen, dan Kabupaten Ngada 3,96 persen,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh di kisaran 4,85 hingga 5,67 persen.

Kondisi itu menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

Pemerintah, kata dia, terus memperkuat daya beli melalui penyaluran bantuan sosial, bantuan pemerintah, serta bantuan langsung tunai.

Dari sisi penerimaan negara, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2025 mencapai Rp200,75 miliar atau meningkat Rp70,91 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terutama ditopang oleh pendapatan wisata alam yang mencapai Rp100,20 miliar, naik signifikan dari Rp53,04 miliar pada 2024.

Akhmad menjelaskan, lonjakan pendapatan wisata tersebut dipicu oleh peningkatan status Bandar Udara Komodo menjadi bandara internasional.

Kebijakan itu berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawasan Konservasi Komodo, yang turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat dan menggerakkan perekonomian wilayah sekitarnya.

“Berharap pelaksanaan anggaran tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Ia juga meminta seluruh satuan kerja dan pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan anggaran 2025 serta menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas belanja yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional.

Penulis: Isno Baco

Manggarai Manggarai Barat Matim Ngada
Previous ArticlePendidikan Karakter bagi Remaja di Lingkungan Sekolah pada Era Modern
Next Article Berkas P-21, Anggota DPRD Kota Kupang Mokrianus Lay Jalani Pemeriksaan di Kejaksaan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.