Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Dosen Unika St. Paulus Ruteng Paparkan Kemampuan Akademik Siswa SMA di Manggarai
Pendidikan NTT

Dosen Unika St. Paulus Ruteng Paparkan Kemampuan Akademik Siswa SMA di Manggarai

By Redaksi5 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Flayer diskusi analisis dan refleksi hasil tes kemampuan akademik siswa SMA di Kabupaten Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Dosen dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng memaparkan hasil kajian mengenai capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tes menuntut perubahan fundamental, dari sekadar angka di atas kertas menjadi kebijakan yang memanusiakan siswa.

Dosen Unika Ruteng, Marianus Tapung menegaskan, selama ini dunia pendidikan sering terjebak dalam positivisme regresif, di mana nilai ujian hanya dijadikan instrumen penghakiman untuk melabeli siswa pintar atau kurang pintar.

“Pendidikan bukan tentang mencetak skor seragam. Kami mendorong transformasi menuju humanisme progresif. Setiap angka dalam TKA harus dibaca sebagai pintu masuk untuk memahami kebutuhan unik setiap individu siswa, bukan alat untuk mematikan potensi mereka,” ujar Manto dalam paparannya dalam kegiatan diskusi strategis yang dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi NTT Wilayah VI, Adrianus Ngongo para pengawas, dan beberapa Kepala SMA di Kabupaten Manggarai, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Ia mengatakan, studi ini menggunakan beberapa level analisis statistik mulai dari statistik deskriptif, Latent Profile Analysis (LPA) untuk memetakan tipologi kompetensi siswa, analisis kluster dan analisis Regresi Logistik Multinomial untuk memetakan profil siswa berdasarkan kondisi sekolah.

“Kini saatnya kita mengubah data menjadi daya dan temuan menjadi tindakan nyata. Masa depan siswa kita di perguruan tinggi dan dunia kerja ditentukan oleh keberanian kita hari ini untuk mengambil langkah strategis yang lebih bermakna,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Unika Ruteng yang lain, Petrus Redy P. Jaya menjelaskan, ditemukan lima profil akademik yang berbeda, mulai dari profil yang sangat unggul hingga kelompok yang masuk kategori “At-Risk” (Berisiko).

“Keberhasilan akademik siswa tidak berdiri sendiri di ruang hampa,” kata Petrus.

Kata dia, data menunjukkan adanya korelasi kuat antara level individu dan institusi. Iklim keamanan sekolah dan kebhinekaan yang terekam dalam Rapor Pendidikan terbukti menjadi prasyarat utama terciptanya resiliensi psikologis siswa dalam menghadapi tantangan akademik.

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan tiga langkah manajemen pendidikan yang asimetris dan tepat sasaran.

“Transformasi kepemimpinan kepala sekolah harus beralih peran dari sekadar pengelola administratif menjadi pemimpin instruksional yang fokus pada kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Petrus menyampaikan diferensiasi pedagogis sekolah diminta memberikan perlakuan berbeda berdasarkan profil siswa. Contohnya, intervensi khusus literasi bagi kelompok tertentu dan penguatan numerasi dasar bagi kelompok lainnya.

Kebijakan Berbasis Data (Evidence-Based Policy) pemerintah daerah didorong untuk mengalokasikan sumber daya (guru berkualitas dan sarana prasarana) secara lebih adil ke sekolah-sekolah yang berada dalam kluster “perlu intervensi” guna memperkecil jurang mutu antarwilayah.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai untuk mulai menerapkan kebijakan berbasis bukti,” tutupnya.

Penulis: Isno Baco

FIKes Unika St. Paulus Ruteng Manggarai Manto Tapung Mantovanny Tapung Unika Ruteng
Previous ArticleNelayan Reo Temukan Ikan Duyung Panjang 3 Meter Mati di Pesisir Pantai Tempode
Next Article Polres Manggarai Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan untuk Siswa SLBN Tenda Ruteng

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.