Ruteng, VoxNTT.com – Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai, Yohanes Manasye mengakui adanya tantangan struktural dan kultural yang dihadapi lembaganya.
Secara struktural, Bawaslu Manggarai masih menghadapi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta tantangan geografis di sejumlah wilayah.
Secara kultural, kuatnya relasi kekerabatan dan politik patronase turut memengaruhi netralitas dan rasionalitas pilihan politik masyarakat.
“Jika tantangan ini tidak diatasi, konsolidasi demokrasi dikhawatirkan hanya berjalan di atas kertas tanpa transformasi nilai yang substantif,” kata Yohanes dalam forum diskusi bersama insan pers di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai, Rabu, 11 Februari 2026, di Ruteng.
Ia menegaskan, konsolidasi demokrasi di Kabupaten Manggarai merupakan proses berkelanjutan. Bawaslu hadir sebagai penjaga integritas prosedural demokrasi, penguat budaya hukum dan partisipasi politik, serta mekanisme kontrol terhadap penyimpangan kekuasaan lokal.
Namun, menurut dia, keberhasilan konsolidasi demokrasi tidak hanya bertumpu pada Bawaslu. Sinergi dengan pemerintah daerah, KPU, aparat penegak hukum, media, partai politik, tokoh adat, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama.
“Di Manggarai, langkah-langkah kolaboratif yang sedang dibangun menjadi fondasi penting menuju demokrasi lokal yang lebih kuat dan berintegritas,” tutupnya.
Penulis: Isno Baco

