Ruteng, VoxNTT.com – Proyek rabat beton dan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Rembong, Desa Golo Wuas, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, dilaporkan mengalami kerusakan meski baru dua bulan selesai dikerjakan.
Berdasarkan pantauan VoxNtt.com pada Sabtu, 14 Februari 2026, rabat beton tersebut sudah terlihat retak dan berongga pada bagian permukaan. Kondisi ini mengindikasikan campuran material yang diduga tidak proporsional. Selain itu, tembok penahan tanah di sisi kiri dan kanan rabat beton juga tampak turun dari permukaan.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan dalam satu paket dengan rehabilitasi pemeliharaan periodik lapisan penetrasi (lapen) ruas jalan Ru’a menuju Meti, Kecamatan Wae Ri’i. Kegiatan itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp 593.724.500.
CV Sadawira Konstruksi tercatat sebagai kontraktor pelaksana, sedangkan pengawasan dilakukan oleh CV Mandira Design Konsultan.
Sejumlah warga setempat menilai pengerjaan proyek tidak mengikuti standar teknis. Mereka menduga penggunaan material seperti pasir dan semen dilakukan secara asal sehingga memengaruhi kekuatan struktur beton. TPT juga disebut tidak menyatu dengan permukaan tanah.
“Ini mereka cor-cor asal-asalan saja bagian atasnya. TPT bagian bawah sudah turun, rabat beton bagian atasnya sudah retak,” kata MA, warga Kecamatan Wae Ri’i yang melintas di jalur tersebut.
Ia meminta kontraktor segera melakukan perbaikan karena kerusakan itu dinilai merugikan keuangan negara dan membahayakan pengguna jalan.
“Tolong perbaik ini, karena dampaknya pasti besar kalau dibiarkan, baik untuk warga sekitar maupun kami yang sehari-hari melintas di jalur ini,” ujar MA.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, John Bosco, sebelumnya menyatakan akan mengecek kontraktor pelaksana proyek tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut yang disampaikan kepada VoxNtt.com.
“Terima kasih infonya adik. Nanti saya cek CV apa yang kerja,” kata John.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kabupaten Manggarai, Citra Ayu Purwanti, juga belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Sadawira Konstruksi belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi proyek tersebut.
Penulis: Berto Davids

