Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tokoh Masyarakat Wae Ri’i Usulkan Pemekaran Kecamatan Baru
Regional NTT

Tokoh Masyarakat Wae Ri’i Usulkan Pemekaran Kecamatan Baru

By Redaksi19 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Heribertus Erik San (Foto: Dok. Pribadi/ HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Perwakilan tokoh masyarakat Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, yang dipimpin Heribertus Erik San menyampaikan usulan pemekaran kecamatan baru di wilayah Kecamatan Wae Ri’i. Aspirasi tersebut disebut berasal dari masyarakat setempat maupun warga yang berada di perantauan.

Tokoh masyarakat sekaligus politisi muda itu mengatakan, usulan pemekaran kecamatan baru di Kecamatan Wae Ri’i merupakan aspirasi masyarakat yang telah melalui sejumlah kajian, termasuk potensi wilayah, jumlah desa, luas wilayah, serta jumlah penduduk yang dinilai telah memenuhi syarat pembentukan kecamatan baru.

“Kecamatan Wae Ri’i terdiri 17 Desa ditambah 5 desa persiapan yaitu Bangka Wade, Golo Ling, Compang Kaweang, Compang Rua dan Bangka Nderu dan luas wilayah 72,84 kilometer persegi, dengan jumlah penduduknya lebih dari 30.000 jiwa,” ujar Erik kepada VoxNtt.com, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut Erik, masyarakat yang berada di wilayah pinggiran Kecamatan Wae Ri’i saat ini harus menempuh jarak jauh untuk mengakses pelayanan di pusat kantor kecamatan di Timung, Desa Golo Cador. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada pemerataan pembangunan.

“Usulan pemekaran ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan pemerataan pembangunan dan ini yang selalu menjadi aspirasi masyarakat,” kata Alumni Pascasarjana Magister Administrasi Publik UNAS Jakarta ini.

Ia menambahkan, wacana pemekaran kecamatan baru sebenarnya telah bergulir sejak lama. Bahkan, tim dari pemerintah daerah disebut sudah beberapa kali melakukan survei lokasi, terakhir pada 2022.

“Wacana pemekaran Kecamatan Wae Ri’i sudah bergulir sejak 2009, bahkan sudah dibentuk lima desa persiapan guna memenuhi persyaratan administrasi jumlah desa,” kata Erik.

Menurut dia, rombongan tim dari pemerintah daerah juga telah berulang kali meninjau lokasi persiapan kantor kecamatan baru di Bangka Kenda, namun belum menghasilkan kejelasan.

“Yang menjadi pertanyaan kami Warga Kecamatan Wae Ri’i, rombongan tim dari Daerah Kabupaten sudah berulang kali ke lokasi persiapan kantor camat baru di Desa Bangka Kenda, apa hasil kunjungan mereka itu?” tukas Erik.

Untuk memenuhi persyaratan administrasi jumlah desa, ia mendorong pemerintah daerah segera menetapkan lima desa persiapan menjadi desa definitif. Dengan demikian, jumlah desa di Kecamatan Wae Ri’i akan menjadi 22 desa dan memenuhi syarat pemekaran wilayah.

“Tidak boleh ada alasan penundaan lagi ke depan, pemerintah daerah segera mendefinisikan lima desa persiapan, sebab pemekaran wilayah kecamatan ini menjadi kebutuhan mendesak seluruh warga Kecamatan Wae Ri’i,” katanya.

Erik juga menyinggung posisi Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, yang berasal dari Kecamatan Wae Ri’i.

Ia menilai kehadiran wakil kepala daerah tersebut seharusnya dapat mempercepat proses pemekaran.

“Fabianus Abu ini kan pernah menjadi anggota DPRD Dapil Kecamatan Wae Ri’i dua periode dan sekarang jadi Wakil Bupati Manggarai, seharusnya beliau tahu persoalan ini sejak dulu,” ujar Erik.

Ia mengatakan harapan masyarakat kini tertuju pada Wakil Bupati Manggarai agar segera merespons aspirasi tersebut.

Menurut dia, jika tidak ada tindak lanjut, maka harapan masyarakat akan menjadi sia-sia.

Penulis: Isno Baco

Kabupaten Manggarai Kecamatan Wae Ri’i Manggarai
Previous ArticleSepatu Robek Tak Halangi Semangat Arsen ke Sekolah, Kisahnya Menggerakkan Banyak Hati
Next Article NTT Mart Sabu Raijua Diluncurkan, Wagub NTT Sebut Bukan Sekadar Pusat Perbelanjaan

Related Posts

Respons Teguran Pemda dan DPRD, Penghuni Pasar Tuak Reo Bongkar Sendiri Stan Tempat Tinggal

12 Maret 2026

Bupati Mabar Paparkan Tantangan Ekonomi, Pendidikan, dan Migrasi di Forum Uskup dan Kepala Daerah Flores–Lembata

12 Maret 2026

Polres Manggarai Tangkap Pelaku Curanmor, Amankan Dua Sepeda Motor Curian

12 Maret 2026
Terkini

Respons Teguran Pemda dan DPRD, Penghuni Pasar Tuak Reo Bongkar Sendiri Stan Tempat Tinggal

12 Maret 2026

Bupati Mabar Paparkan Tantangan Ekonomi, Pendidikan, dan Migrasi di Forum Uskup dan Kepala Daerah Flores–Lembata

12 Maret 2026

HAM dalam Labirin Kebijakan

12 Maret 2026

Polisi Tangkap Dua Pemuda Terduga Pelaku Pencurian di Sebuah Vila di Manggarai Barat

12 Maret 2026

Guru PPPK Manggarai Timur Kirim Surat Terbuka, Minta Revisi Batas Belanja Pegawai 30 Persen APBD

12 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.