Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Surat Cinta untuk Mama
Sastra

Surat Cinta untuk Mama

By Redaksi7 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Milikior Sobe
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Milikior Sobe

Untukmu, penjaga denyut hidupku,
ku tulis puisi ini dalam rindu yang pilu.

Semoga namaku masih kau sebut dalam doa, Mama, di setiap sujudmu kepada-Nya.

Sejak Papa memilihmu sebagai pelabuhan, Cinta tumbuh diam-diam di rahim hangat mu.
Di sana kami lahir, buah hati yang kau panggil nama,
Dalam hitungan sembilan bulan sepuluh hari penuh rahasia.

Kau gendong kami dalam pelukan yang tak pernah lelah,
Menyusui hingga dua tahun, meneteskan kasih sebagai madu.
Kau ajarkan kecerdasan dengan sabar, Bijaksana, sederhana, suci dalam hidup sosial yang kau rajut.

Setia kau dampingi langkah kami, dari usia dini hingga remaja yang mulai mencari jati diri.
Kau cinta pertama kami sebelum dunia menggoda,
Kau tetap hadir, meski kadang diam menyimpan luka.

Hatiku perih saat kami jauh demi ilmu yang lebih tinggi,
Pulang hanya sesekali, tergantung kantong dan waktu.
Namun rindu selalu pada masakan khas mu yang hangat,
dan bangga membuncah saat togak sarjana kau lihat di kepala anakmu.

Bukan keberhasilan kami semata, Mama, melainkan doamu yang menjahit mimpi menjadi nyata.
Kini kami mandiri, mengejar impian yang kau tanam,
Demi masa depan keluarga, demi harapan yang kau pegang erat.

Mama kini beruban, rambut hitam berubah putih bagai salju,
Wajah manismu lusuh oleh beban yang kau pikul sendirian.
Semangatmu kendur, tubuh dulu tegap kini merosot,
Semua demi gizi yang kau curahkan untuk kami.

Aku berdiri di ambang pintu, memandang senja yang merangkak gelap,
Rindu pada wajah yang jarang bicara, namun hatinya seluas samudra.

Kau rela menahan lapar agar kami kenyang, tersenyum di balik air mata, menyembunyikan luka dalam sujud panjang.

Kau menangis saat kami sakit, sujud memohon berkat Tuhan,
Tak pernah meminta balas, hanya ingin kami bahagia.
Saat kami punya cinta lain, hatimu diam bertanya,
“Akankah mereka masih rindu mama, seperti dulu?”

Cinta Tuhan begitu besar, Mama adalah buktinya, cinta tanpa syarat dari kandungan hingga kami dewasa. Mampukah kami membalas, merekonstruksi kasih itu, saat kami punya suami-istri, anak, dan dunia baru?

Air matamu membasahi pipi, memeluk surat putih ini erat,
Seakan memeluk kembali si kecil yang dulu manja di pangkuanmu.
Kau tersenyum pada foto di dinding, diterangi lampu redup kamar, Berdoa pelan “Anakku, Mama rindu. Lindungilah dia, Tuhan.”

Jangan lupa berdoa, dekatkan diri pada-Nya. Di bulan puasa ini, jika rezeki datang sedikit,
Berikanlah pada Tuhan, ulurkan pada sesama, seperti aku selalu ada saat kau jatuh, lalu ku kuatkan untuk bangkit lagi.

Terima kasih, Ibu,
Engkau bumi yang menjadi rahim kehidupan. Lembut, penuh kasih, menyimpan segala rahasia dalam dada. Sabar hingga puncak Golgota hidupmu tiba.

Tuhan Yesus, kuatkan ibuku.

Terima kasih, kaum hawa,
Yang melahirkan kehidupan dengan darah dan air mata.
Dunia butuh hati ibu yang lembut dan tak pernah pudar.

Salam sayang, cinta, dan rindu abadi, dari anakmu yang selalu pulang dalam doa.

Milikior Sobe
Previous ArticleImigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM
Next Article Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pers Indonesia di Persimpangan Zaman

9 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.