Ruteng, VoxNTT.com – Badan jalan Ruteng-Reo yang diberitakan retak dan nyaris putus akibat hujan lebat pada Sabtu 7 Maret sampai Minggu 8 Maret 2026 lalu sedang ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Jalan Nasional.
Penanganan tersebut melibatkan Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah 3.3, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) setempat ditambah dukungan beberapa personil Polres Manggarai.
Titik terparah yang sedang ditangani itu berlokasi di sebelah atas Pendakian Rawuk, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.
Baca Juga: Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus
PPK 3.3 Jalan Nasional, Nur Indah Indriani mengatakan, badan jalan tersebut ditangani dengan menggunakan material agregat agar akses transportasi kembali normal.
Langkah penanganan awal ini, kata dia, telah dilakukan sejak Minggu sore dengan memasang police line di sekitar titik kerusakan.
Saat ini, ia mengaku pihaknya sedang mendesain penanganan permanen bersama tim perencana agar akses transportasi kembali normal.
“Kami sementara desain untuk penanganan permanen. Untuk sementara fokus kita pasang agregat dulu biar transportasinya tetap jalan. Di lokasi sudah ada alat berat, police line, rambu dan terpal,” kata Nur Indah, Selasa, 10 Maret 2026.
Terpantau di lokasi, arus transportasi Ruteng-Reo terlihat lancar meski hanya menggunakan sisi badan jalan.
Personel lalu lintas Polres Manggarai selalu sigap di lokasi untuk mengatur arus kendaraan yang melintas.
Sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Sabtu, 7 Maret hingga Minggu, 8 Maret 2026 menyebabkan badan jalan nasional dari arah Ruteng menuju Reo retak dan nyaris putus.
Pengendara roda empat maupun roda dua yang melintasi jalur itu terpaksa mengambil arah samping sisi badan jalan agar terhindar dari risiko kecelakaan.
Pengendara yang datang dari Ruteng mengambil arah samping kanan dan pengendara yang datang dari Reo juga mengambil sisi badan jalan yang sama. Kondisi ini kerap membuat antrian panjang di lokasi tersebut.
Fendy, seorang anak yang kebetulan berada di lokasi tersebut mengaku kondisi jalan itu disebabkan oleh hujan lebat yang terjadi selama dua hari terakhir.
Selama ini, kata Fendy, badan jalan tersebut memang sudah perlahan retak dan kini terlihat semakin parah.
“Selama ini sudah terlihat retak, pas hujan datang kemarin dan tadi malam retaknya sudah mulai membesar dan melebar,” kata Fendy.
Penulis: Berto Davids

