Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Melki Laka Lena Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur dan Hilirisasi Pertanian di NTT
NTT NEWS

Melki Laka Lena Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur dan Hilirisasi Pertanian di NTT

By Redaksi15 Maret 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pertemuan virtual Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama petani milenial alumni Arava International Agricultural Training Center (AICAT), Sabtu, 14 Maret 2026.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mendorong pemanfaatan lahan tidur dan penguatan hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan produksi sekaligus nilai tambah komoditas di daerah itu.

Hal tersebut disampaikan Melki saat melakukan pertemuan virtual bersama petani milenial alumni Arava International Agricultural Training Center (AICAT) Israel di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu, 14 Maret 2026.

Melki menilai Nusa Tenggara Timur memiliki potensi lahan yang luas, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, pengalaman teknologi pertanian modern yang dimiliki alumni AICAT diharapkan dapat memperkuat peningkatan produksi pertanian di daerah.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kata dia, juga mendorong daerah meningkatkan produksi pangan guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Menurut Melki, NTT memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya tersebut.

“NTT masih memiliki banyak lahan tidur. Kita perlu membuka dan mengoptimalkan lahan-lahan tersebut untuk menjawab kebutuhan produksi pangan, baik untuk NTT sendiri maupun untuk mendukung program swasembada pangan nasional,” kata Melki.

Ia menyebut sejumlah komoditas strategis yang perlu ditingkatkan produksinya di NTT, antara lain padi, jagung, bawang putih, jahe, serta asam. Produksi yang sudah berjalan saat ini juga perlu dievaluasi untuk memastikan apakah telah mencapai tingkat optimal.

“Kita perlu mengecek kembali produksi yang sudah ada, apakah sudah mencapai tingkat ideal atau belum. Jika belum, maka harus kita tingkatkan dengan teknologi dan metode yang lebih baik,” ujarnya.

Melki menekankan peningkatan produksi harus diikuti dengan perbaikan kualitas hasil pertanian karena kualitas menentukan nilai jual di pasar.

“Produksi harus meningkat, tetapi kualitasnya juga harus bagus. Kalau beras yang kita hasilkan berkualitas baik, tentu harganya juga lebih baik. Begitu juga dengan jagung, jahe, atau komoditas lainnya,” kata dia.

Ia berharap pengalaman dan teknologi yang diperoleh para alumni AICAT selama pelatihan di Israel dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di NTT.

Selain produksi, Melki juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk pertanian agar petani memperoleh nilai tambah dari hasil produksi.

“Ke depan kita harus ubah skema itu. Bukan lagi hanya tanam, panen, jual, tetapi menjadi tanam, panen, olah, kemas, lalu jual. Dengan cara itu, nilai tambahnya akan lebih besar bagi petani,” ujarnya.

Ia mencontohkan produk beras yang dikemas dengan baik dalam ukuran tertentu akan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jika dijual dalam bentuk bahan mentah.

Melki juga menyebut Israel sebagai salah satu negara yang berhasil mengembangkan teknologi pertanian dan hilirisasi produk secara efektif.

“Kita bisa belajar dari Israel yang mampu mengembangkan teknologi pertanian secara luar biasa dan menghasilkan berbagai produk bernilai tambah tinggi, bahkan dari lahan yang terbatas,” katanya.

Ia mendorong terbangunnya koneksi antara alumni AICAT dengan pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta berbagai pihak lain untuk memperkuat ekosistem pertanian di NTT.

Melki juga mengapresiasi kinerja para penyuluh pertanian, petani, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian NTT hingga masuk lima besar nasional.

“Saya berterima kasih kepada Dinas Pertanian, para penyuluh, petani, dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga produktivitas pertanian NTT bisa masuk lima besar nasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan gubernur, khususnya dalam upaya peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.

“Kami siap menjalankan arahan bapak gubernur, terutama terkait peningkatan produksi pertanian dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas hasil produksi,” katanya.

Dalam sesi dialog, sejumlah alumni AICAT juga menyampaikan kondisi yang dihadapi petani di lapangan.

Pendamping lapangan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Jhorland Oleng, mengatakan beberapa desa binaan masih menghadapi kendala ketersediaan air, terutama untuk budi daya hortikultura seperti tomat dan cabai.

“Kami melakukan pendampingan di beberapa desa binaan, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan air, khususnya untuk tanaman tomat dan cabai,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku agribisnis kakao dan kopi di Kabupaten Ende, Okta Bili, menilai pendampingan bagi petani tanaman perkebunan berumur panjang seperti kakao dan kopi masih perlu ditingkatkan.

Ia juga menyoroti fluktuasi harga komoditas di pasar yang kerap membuat pendapatan petani tidak menentu.

“Sentuhan penyuluh pertanian untuk tanaman umur panjang seperti kakao dan kopi masih terbatas. Selain itu, harga di pasar juga sangat variatif sehingga petani membutuhkan sistem yang lebih stabil,” katanya.

Penulis: Ronis Natom

Gubernur NTT Melki Laka Lena Pertanian NTT
Previous ArticleTerang yang Menelanjangi
Next Article ITDC Beri Santunan bagi Anak Yatim dan Doa Bersama di GMCC

Related Posts

Pemprov NTT Cairkan THR ASN Rp 96,4 Miliar

15 Maret 2026

Monumen Bruno Sukarto Diresmikan di STIKOM Uyelindo Kupang

14 Maret 2026

Dinas PUPR dan Kejati NTT Bangun Sinergi Kawal Pembangunan Jalan dan Irigasi

12 Maret 2026
Terkini

Pemprov NTT Cairkan THR ASN Rp 96,4 Miliar

15 Maret 2026

ITDC Beri Santunan bagi Anak Yatim dan Doa Bersama di GMCC

15 Maret 2026

Melki Laka Lena Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur dan Hilirisasi Pertanian di NTT

15 Maret 2026

Terang yang Menelanjangi

14 Maret 2026

RAT ke-24, CU Florette Catat Aset Rp58,3 Miliar

14 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.