Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Ini Sosok Polisi yang Sujud Memohon Demi Meredam Perang Tanding di Manggarai
HUKUM DAN KEAMANAN

Ini Sosok Polisi yang Sujud Memohon Demi Meredam Perang Tanding di Manggarai

By Redaksi17 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aksi sujud, Aipda Arkadius Modestus Arno, anggota Polres Manggarai yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Bulan, untuk meredam perang tanding di Kabupaten Manggarai (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Warga Gendang Bung Kaca dan Bung Leko, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, nyaris terlibat perang tanding pada Senin, 16 Maret 2026. Konflik dipicu oleh sengketa tanah Lingko Wae Warit yang belakangan viral di media sosial.

Ketegangan antara dua kelompok warga itu terekam kamera warga. Dalam video yang beredar, seorang anggota polisi terlihat sujud memohon di hadapan dua kelompok warga yang bersiap bertikai.

Di tengah situasi yang memanas, polisi tersebut sujud di antara dua kelompok warga yang hendak saling serang. Dengan mengenakan helm, ia memohon agar kedua kubu menghentikan aksi kekerasan. Tindakan itu menyita perhatian warga dan mengubah suasana yang semula tegang.

Polisi yang melakukan aksi tersebut adalah Aipda Arkadius Modestus Arno, anggota Polres Manggarai yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Bulan.

Selama bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, Aipda Arkadius dikenal kerap membaur dengan masyarakat serta memberikan pelayanan kepada warga. Ia juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Saat mengetahui warga dari dua kubu yang merupakan masyarakat desa binaannya bersiap dengan senjata tajam untuk melakukan perang tanding, ia memilih hadir di tengah mereka dan melakukan aksi sujud memohon.

Tindakan itu membuat suasana yang semula tegang berubah menjadi hening. Melihat Bhabinkamtibmas yang mereka kenal berlutut demi mencegah pertumpahan darah, kedua kelompok warga akhirnya tersentuh. Mereka mulai menahan diri, menurunkan senjata yang digenggam, lalu perlahan mundur dari lokasi.

Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah menyampaikan apresiasi atas tindakan Aipda Arkadius yang mengedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan dalam meredam konflik.

“Apresiasi khusus untuk Aipda Arkadius seorang Bhabinkamtibmas yang hadir di tengah-tengah warga yang berkonflik dengan melakukan aksi sujud memohon. Polisi hadir sebagai penyejuk yang mampu meredam konflik,” kata Kapolres Levi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Damianus Arjo, mengatakan pemerintah daerah bersama tim dari kepolisian telah turun langsung ke lokasi untuk menenangkan situasi dan mengajak kedua kelompok melakukan mediasi.

Menurut Damianus, pemerintah daerah masih mendalami persoalan sengketa tanah di Lingko Wae Wirit karena masalah tersebut sebelumnya belum pernah dimediasi secara resmi.

“Tadi kami sudah ke lokasi untuk mengajak dua kubu melakukan mediasi. Kami juga sudah menghimbau kedua kubu untuk tidak melaksanakan aksi yang bertentangan dengan hukum karena kami sedang mendalami sengketa tanah itu,” ujar Damianus.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama kepolisian masih mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan kedua pihak dalam proses mediasi.

Karena itu para pihak diminta menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum hingga proses penyelesaian sengketa tanah tersebut dilakukan.

Penulis: Berto Davids

Kapolres Manggarai Manggarai Polres Manggarai
Previous ArticleDuka Ulang Tahun Ibu
Next Article “Wajah” Kebenaran dan Kontrol Sosial di Era Digital

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.